Ade Yasin Suap Pegawai BPK Demi Status WTP

Jakarta, Lini Indonesia – Kasus Bupati Bogor Ade Yasin (AY) terungkap setelah Komidi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap salah anggota BPK, motif sang bupati diduga memburu opini keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) adalah isu utama terkait kasus OTT Bupati Bogor Ade Yasin (AY).

Ade pun menyediakan dana cukup banyak demi posisi keuangan WTP untuk APBD 2021.

Bacaan Lainnya

Opini WTP dari BPK telah diterima Pemkab Kabupaten Bogor pada laporan keuangan 2020.

“Jadi, ada keinginan dan kehendak, supaya pemkab meraih WTP tahun 2021,” kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam gelar perkara kasus OTT Ade Yasin.

Menurut Firli, menjawab pertanyaan wartawan, status opini WTP telah diperoleh Pemkab Bogor untuk laporan keuangan tahun 2020.

Bupati Ade Yasih pun menyampaikan hal itu kepada stafnya.

Lalu mereka bergerak dengan berbagai cara termasuk berhubungan dengan anggota BPK Jawa Barat.

“Jadi ada kesatuan tujuan, antara Bupati Bogor dan perangkat daerah. Mereka tahu tujuan dan dampaknya,” kata Firli lagi.

Dalam kasus itu KPK melaporkan telah menangkap 12 orang di Bandung dan Bogor.

Namun hanya 8 orang yang ditetapkan sebagai tersangka baik sebagai pemberi siap dan penerima suap.

Sebanyak Rp 1,24 miliar berhasil diamankan KPK dalam kasus OTT tersebut.

AY ditetapkan tersangka bersama MA (Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bogor), IA (Kasubdit Kas Daerah BPKAD Kabupaten Bogor), dan RT (PPK pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor).

Selain itu, KPK juga menetapkan empat pegawai BPK yang menjadi tim auditor pemeriksa laporan keuangan Pemkab Bogor.

Yakni ATM (Kasub Auditor IV Jawa Barat 3/Pengendali Teknis), AM (Ketua Tim Audit Interim Kabupaten Bogor), HNRK (Pemeriksa), dan DGTR (Pemeriksa).

Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atau Unqualified Opinion artinya Laporan Keuangan (LK) telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material, posisi keuangan (neraca), hasil usaha atau Laporan Realisasi Anggaran (LRA), laporan Arus Kas, sesuai dengan prinsip akuntansi yg berlaku umum.

Penjelasan laporan keuangan juga telah disajikan secara memadai, informatif dan tidak menimbulkan penafsiran yang menyesatkan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *