TGIPF: Gas Air Mata Pemicu Utama Kematian Massal Aremania

Jakarta, Lini Indonesia – Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan memastikan kematian massal penonton dari Aremania di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, akibat tembakan gas air mata polisi di dalam stadion. Kesimpulan itu diperoleh berdasarkan keterangan saksi, Aremania, panitia pelaksana, kepolisian, hingga Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

“Yang mati dan cacat serta sekarang kritis dipastikan setelah terjadi desak-desakan setelah gas air mata yang disemprotkan,” kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dalam jumpa pers di Kompleks Istana Kepresidenan dipantau dari akun Youtube Setkab, Jakarta, Jumat (14/10/2022) siang.

Bacaan Lainnya

“Adapun peringkat keterbahayaan racun dari gas itu sedang diperiksa oleh BRIN,” tambahnya.

Tim TGIPF lebih lanjut menemukan tembakan gas air mata berdampak parah karena diduga ada penyimpangan di lapangan, yaitu polisi menembakkan gas air mata ke arah tribun. Tembakan itu membuat penonton di tribun panik sehingga akhirnya berdesakan dan berebut keluar stadion. Ribuan penonton yang berdesakan mengakibatkan mereka saling injak dan saling mengunci langkah, sehingga akses ke pintu keluar stadion tersendat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *