Jakarta, Lini Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan penghentian sementara perdagangan (trading halt) pada Selasa pagi setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga menyentuh batas penurunan 5 persen.
Penghentian ini berlangsung mulai pukul 11:19:31 WIB dan berakhir 30 menit kemudian pada pukul 11:49:31 WIB, sesuai dengan aturan dalam Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00024/BEI/03-2020 terkait kondisi darurat perdagangan.
Pada sesi pertama perdagangan hari ini, IHSG hanya mencatatkan 64 saham yang bergerak menguat, sementara mayoritas saham lainnya mengalami penurunan atau stagnan.
IHSG dibuka melemah 13,28 poin atau 0,21 persen ke level 6.458,67, sementara indeks LQ45 justru mengalami kenaikan tipis sebesar 0,64 poin atau 0,09 persen ke posisi 729,99.
Menutup sesi pertama, IHSG tercatat merosot tajam sebesar 395,87 poin atau 6,12 persen ke level 6.076,08. Indeks LQ45 juga mengalami penurunan signifikan sebesar 38,27 poin atau 5,25 persen, berakhir di level 691,08.
Pelemahan IHSG terjadi di tengah sikap hati-hati investor yang menantikan keputusan dari pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed.
Sementara itu, di pasar global, bursa saham Amerika Serikat justru bergerak positif. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 353,44 poin atau 0,85 persen ke level 41.841,63, S&P 500 bertambah 36,18 poin atau 0,64 persen ke posisi 5.675,12, dan Nasdaq Composite Index meningkat 54,58 poin atau 0,31 persen ke level 17.808,66.