Pemantauan langsung hingga ke Puncak Sudirman berlangsung dari 2010 hingga 2017, sebelum akhirnya dilakukan melalui udara dengan metode flyover karena akses darat semakin sulit.
Pada November 2024, BMKG kembali melakukan pemantauan dan menemukan bahwa luas es telah menyusut menjadi hanya 0,11-0,16 kilometer persegi, turun dari 0,23 kilometer persegi pada 2022.
Dengan tren pencairan yang terus berlanjut, BMKG memperkirakan bahwa es abadi di Puncak Jayawijaya akan punah dalam waktu kurang dari dua tahun.(NA)