Jakarta, Lini Indonesia – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan terkait jumlah korban serta dampak banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Pendataan masih berlangsung karena sejumlah wilayah mengalami gangguan jaringan, membuat laporan dari beberapa pemerintah daerah belum dapat diterima secara lengkap.
Di Aceh, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi enam orang. Lima korban berasal dari Kabupaten Bener Meriah, sementara satu korban meninggal akibat longsor di Gayo Lues. Selain itu, sebelas warga masih dinyatakan hilang.
“Di Provinsi Bener Meriah ada lima orang korban jiwa meninggal dunia, dan sembilan orang lainnya masih dinyatakan hilang. Untuk kejadian longsor di Kabupaten Gayo Lues itu satu orang meninggal dunia dan dua orang masih hilang,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan resmi yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB, dikutip Jumat (28/11/2025).
Bencana tersebut berdampak pada 17 kabupaten/kota, menyebabkan ribuan warga terdampak, merendam puluhan kampung, serta memutus akses jalan, jembatan, dan aliran listrik di beberapa wilayah seperti Aceh Utara, Aceh Timur, hingga Bireuen.
Sumatra Utara menjadi provinsi dengan korban terbanyak. Total 57 orang dilaporkan meninggal dunia, mayoritas berasal dari Tapanuli Tengah yang mencatat 34 korban meninggal dan 33 orang hilang.
“Di Tapanuli Tengah ada 34 jiwa meninggal dunia dan 33 orang masih dinyatakan hilang,” kata Muhari.
Tapanuli Selatan melaporkan 13 korban meninggal, Pakpak satu korban, Tapanuli Utara tiga korban, serta Humbang Hasundutan empat korban setelah koreksi data. Ribuan rumah terendam, puluhan ribu warga terisolasi, dan sejumlah jembatan maupun akses transportasi mengalami kerusakan parah.
Dari Sumatra Barat, pemerintah daerah melaporkan sembilan korban meninggal dunia, terdiri dari empat warga Kota Padang dan lima dari Kabupaten Padang Pariaman.







