Medan, Lini Indonesia – Bentrok antarwarga di kawasan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara, berujung tragedi. Seorang anak berusia empat tahun menjadi korban peluru nyasar yang dilepaskan saat tawuran berlangsung. Balita berinisial AS tersebut mengalami luka serius pada bagian mata.
Insiden ini terjadi pada Senin malam, 5 Januari 2025, sekitar pukul 19.30 WIB. Ketika kerusuhan pecah, korban sedang berada di luar rumah bersama ibunya, Romanda Siregar. Keduanya tengah menumpangi becak dan melintas tidak jauh dari lokasi bentrokan.
“Kami pas lagi naik becak, waktu itu ada orang tawuran antar kampung,” kata ibu korban, Romanda Siregar (33), Selasa (6/1/2026) dikutip dari detik.
Menurut penuturan Romanda, keributan antar kelompok warga terjadi secara tiba-tiba. Tak lama berselang, anaknya mendadak menjerit kesakitan sambil memegangi wajahnya. Ia baru menyadari sesuatu yang tidak beres setelah melihat darah keluar dari mata korban.
Dalam kondisi panik, Romanda segera membawa anaknya ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun, melihat luka yang dialami korban, pihak klinik meminta agar AS segera dirujuk ke RSUD Pirngadi Medan untuk pemeriksaan lanjutan.
Dari hasil pemeriksaan medis di rumah sakit, dokter menyimpulkan bahwa luka tersebut disebabkan oleh proyektil senapan angin. Temuan itu diperoleh setelah dilakukan pemindaian CT scan terhadap korban.
Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Aparat Polres Pelabuhan Belawan langsung turun tangan melakukan penyelidikan. Polisi menyatakan telah mengetahui identitas terduga pelaku penembakan yang menyebabkan balita tersebut terluka.
“Kami sudah menerima laporan dan terduga pelaku telah teridentifikasi. Saat ini masih dalam proses pengejaran,” ujar Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Agus Purnomo.
Berdasarkan keterangan polisi, aksi tawuran di wilayah itu sebenarnya sudah terjadi sejak sore hari dan sempat berhasil dibubarkan. Namun, para pelaku kembali melakukan bentrokan pada malam hari hingga akhirnya memakan korban warga sipil.(*)







