Jakarta, Lini Indonesia – Seorang perempuan asal Malaysia akhirnya dapat kembali ke tanah airnya setelah hampir dua dekade hidup dalam kondisi memprihatinkan di Lombok, Indonesia. Kepulangan tersebut terwujud pada Sabtu, 14 Februari 2026, setelah ia terpisah dari keluarganya selama 18 tahun.
Dalam pernyataannya yang dibagikan melalui akun Facebook resmi pada Minggu (15/2/2026) dan dikutip media Malaysia, ia menjelaskan bahwa Norida sebelumnya mengikuti suaminya, seorang warga negara Indonesia, untuk menetap di Lombok bersama putri mereka.
Namun, rumah tangga tersebut tidak bertahan lama. Setelah berpisah, Norida harus menjalani kehidupan seorang diri dalam keadaan serba kekurangan.
“Pernikahan Norida tidak kekal dan akhirnya beliau hidup sendirian, susah,” ujarnya.
Ia bekerja sebagai penyapu jalan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sekaligus membesarkan anak-anaknya tanpa dukungan suami yang kemudian menikah lagi.
Shamsul, yang juga menjabat sebagai Anggota Parlemen Lenggong, mengatakan bahwa proses pemulangan Norida dan kedua anaknya merupakan hasil kerja sama sejumlah pihak.
Upaya tersebut melibatkan Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra) melalui Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia, Departemen Imigrasi Malaysia, serta otoritas Indonesia, khususnya pihak imigrasi.
Norida memiliki dua orang anak dengan status kewarganegaraan berbeda. Putri pertamanya, Nur Fateen Akmadiana, lahir di Malaysia sehingga berstatus warga negara Malaysia. Sementara anak keduanya, Muhamad Sabani Daniel, lahir di Indonesia dan berstatus warga negara Indonesia.
Menurut Shamsul, informasi mengenai kondisi Norida pertama kali ia peroleh dari keluarga perempuan tersebut di Kampung Bukit Sapi, Lenggong.
Keluarga datang menemuinya dan menyampaikan situasi Norida yang dinilai sangat memprihatinkan, termasuk kondisi ekonomi yang sulit dan anak-anak yang tidak dapat melanjutkan pendidikan.
“Saya diceritakan bahwa Norida berada dalam keadaan serba kekurangan, anak-anaknya tidak dapat meneruskan sekolah dan hidup susah,” jelasnya.
Menindaklanjuti laporan itu, Shamsul segera berkoordinasi dengan Wisma Putra melalui Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta serta Departemen Imigrasi Malaysia untuk memulai proses administrasi pemulangan. Dalam unggahannya, ia juga terlihat hadir secara langsung untuk menyambut Norida setibanya di Malaysia.
Kepulangan Norida menjadi penutup perjalanan panjang penuh kesulitan yang ia jalani selama bertahun-tahun di negeri orang, sekaligus membuka lembaran baru bagi dirinya dan anak-anaknya di tanah kelahiran.(*)






