Sidoarjo, Lini Indonesia – Seruan stop bayar pajak Viral di media sosial. Sekelompok warga di kabupaten Sidoarjo setelah melihat kondisi jalan dan infrastruktur di sejumlah titik dinilai rusak parah. Ajakan tersebut disuarakan oleh beberapa kelompok masyarakat, di antaranya Ketua Info Lantas Sidoarjo (ILS) Imam Efendi dan Bupati LIRA Sidoarjo, Winarno, yang secara terbuka menyatakan sikap menolak membayar pajak sebagai bentuk protes.
Gerakan tersebut muncul seiring meningkatnya keluhan warga terkait jalan berlubang, bergelombang, hingga drainase yang buruk. Kondisi ini disebut kerap menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara roda dua.
Ketua ILS Imam Efendi mengatakan, masyarakat sudah terlalu lama menanggung risiko akibat infrastruktur yang tidak kunjung diperbaiki secara menyeluruh.
“Kami menyerukan stop bayar pajak di Sidoarjo kalau jalan dan infrastrukturnya masih rusak parah. Ini bukan sekadar protes, tapi bentuk perlawanan karena keselamatan warga dipertaruhkan setiap hari,” ujar Imam Efendi, Senin (17/2/2026).
Menurutnya, pajak seharusnya kembali kepada rakyat dalam bentuk pelayanan publik yang layak. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak ruas jalan yang rusak dan tidak mendapatkan penanganan cepat.
Imam menegaskan, gerakan tersebut bukan bertujuan melawan negara, melainkan mendorong pemerintah lebih serius memperhatikan kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin pemerintah hadir. Jalan rusak itu bukan hanya soal kenyamanan, tapi soal nyawa. Banyak kecelakaan terjadi karena lubang jalan, apalagi malam hari,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati LIRA Sidoarjo Winarno juga menyatakan dukungan terhadap gerakan tersebut. Ia menilai masyarakat berhak menuntut pelayanan publik yang sesuai dengan kewajiban yang telah mereka tunaikan. “Kalau masyarakat diminta taat bayar pajak, pemerintah juga wajib menghadirkan fasilitas publik yang layak. Jalan rusak ini sudah keterlaluan, dan rakyat berhak bersikap,” kata Winarno.
Winarno bahkan mengajak masyarakat untuk bersatu menyuarakan tuntutan agar pembangunan infrastruktur di Sidoarjo menjadi prioritas utama.
“Saya mengajak masyarakat kompak. Jangan takut menyuarakan hak. Pajak itu dari rakyat, harus kembali untuk rakyat. Pendidikan merata, fasilitas publik memadai, itu hak warga Sidoarjo,” tegasnya.






