Tekanan ke Iran Meningkat, Trump Siapkan Tambahan Kapal Induk di Tengah Negosiasi Nuklir

Tekanan ke Iran Meningkat, Trump Siapkan Tambahan Kapal Induk di Tengah Negosiasi Nuklir ( Foto Istimewa )

Jakarta, Lini Indonesia – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan membuka kemungkinan penambahan satu kapal induk lagi ke kawasan Timur Tengah. Langkah ini dipertimbangkan di tengah berlangsungnya proses negosiasi nuklir antara Washington dan Teheran.

Dalam wawancara dengan Axios pada Selasa (10/2), Trump mengungkapkan bahwa AS telah mengirim armada ke wilayah tersebut dan tidak menutup kemungkinan akan mengirim tambahan kapal induk dalam waktu dekat.

Read More

“Kami punya armada yang sedang menuju ke sana dan satu lagi mungkin akan menyusul,” kata Trump.

Seorang pejabat AS turut membenarkan adanya pembahasan internal mengenai pengerahan kapal induk kedua. Jika direalisasikan, kelompok tempur kapal induk itu akan bergabung dengan USS Abraham Lincoln yang telah bersiaga di sekitar Iran sejak Januari.

Trump juga menegaskan bahwa opsi militer tetap berada di atas meja apabila perundingan nuklir tidak membuahkan hasil. Ia menyebut AS akan mencapai kesepakatan dengan Iran atau terpaksa mengambil langkah yang sangat tegas, seperti yang pernah dilakukan sebelumnya.

Meski demikian, Trump menyatakan keyakinannya bahwa jalur diplomasi masih berpeluang sukses. Ia menilai Iran kali ini menunjukkan keseriusan lebih besar dibanding putaran sebelumnya.

“Kita bisa membuat kesepakatan besar dengan Iran,” kata Trump.

Trump bahkan menyinggung serangan terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025, saat Teheran terlibat konflik dengan Israel, sebagai bukti bahwa dirinya siap mengambil tindakan keras.

Menurutnya, putaran kedua negosiasi dijadwalkan berlangsung pekan depan, setelah pertemuan awal digelar di Oman pada Jumat (6/2/2026).

Trump optimistis pembahasan kali ini akan menghasilkan terobosan penting, termasuk kemungkinan memasukkan isu rudal balistik Iran dalam kesepakatan yang lebih luas.

Di sisi lain, Iran menegaskan bahwa fokus perundingan hanya pada program nuklirnya. Teheran juga menyatakan kesediaan untuk mengurangi tingkat pengayaan uranium, dengan syarat seluruh sanksi AS terhadap Iran dicabut.

Perkembangan ini menandai babak baru dinamika hubungan AS-Iran, di tengah kombinasi tekanan militer dan upaya diplomasi yang berjalan bersamaan.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *