Jakarta, Lini Indonesia – Ahmad Sahroni resmi kembali menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Ia menggantikan Rusdi Masse Mappasessu yang telah mengundurkan diri dari Partai NasDem sekaligus dari keanggotaan DPR RI.
Penetapan tersebut dilakukan dalam rapat Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (19/2/2026). Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.
“Maka pimpinan Komisi III DPR RI dari fraksi Partai Nasdem mengalami perubahan, yang semula saudara Rusdi masse A24 digantikan Ahmad Sahroni A38 menggantikan saudara Rusdi Masse Mappasessu,” kata Dasco dalam rapat.
Dalam forum itu, Dasco menyampaikan adanya perubahan komposisi pimpinan Komisi III dari Fraksi Partai NasDem. Posisi yang sebelumnya diisi Rusdi Masse kini resmi ditempati Ahmad Sahroni.
Sebagaimana mekanisme yang berlaku, pimpinan rapat meminta persetujuan kepada seluruh anggota Komisi III. Pertanyaan persetujuan tersebut dijawab serempak dengan kata “setuju” oleh para peserta rapat, sehingga Sahroni sah menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
“Kami selalu pimpinan rapat akan menanyakan kepada anggota Komisi III DPR RI apakah Saudara Ahmad Sahroni dapat disetujui untuk ditetapkan sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR?” tanya Dasco.
“Setuju,” jawab peserta rapat.
Nama Sahroni sebelumnya sempat menjadi sorotan publik pada Agustus 2025. Saat itu, Bendahara Umum Partai NasDem tersebut menanggapi desakan pembubaran DPR yang ramai diperbincangkan.
Dalam kunjungan kerja di Polda Sumatera Utara pada 22 Agustus 2025, Sahroni menilai tuntutan pembubaran DPR sebagai sikap yang keliru. Ia menyatakan bahwa kritik terhadap DPR merupakan hal wajar, termasuk dalam bentuk protes keras. Namun, ia menyebut ajakan membubarkan lembaga legislatif sebagai pandangan yang tidak tepat.
“Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia. Kenapa? Kita nih memang orang semua pintar semua? Enggak bodoh semua kita,” ujar Sahroni.
Pernyataan tersebut menuai perhatian luas karena penggunaan diksi yang dinilai keras dalam merespons wacana pembubaran DPR.
Kini, Sahroni kembali menduduki kursi pimpinan di Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, hak asasi manusia, dan keamanan.(*)







