MBG Modong Terapkan Standar Uji Mutu Ketat

Ilustrasi Pembagian MBG di sekolah ( Foto Isrtimewa )


Langkah tersebut menjadi bagian dari prosedur pengendalian mutu, termasuk mekanisme penarikan produk (recall) apabila ditemukan kendala di lapangan.

‎Program MBG di Modong menjangkau 15 sekolah serta sekitar 300 ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan bayi. Total penerima manfaat tercatat mencapai 3.034 orang.

Pembagian porsi disesuaikan dengan kebutuhan kalori berdasarkan jenjang usia, yakni porsi kecil untuk siswa TK hingga kelas 3 SD dan porsi besar bagi siswa kelas 4 SD hingga SMA sederajat.

Selama Ramadan, pengelolaan menu dibagi menjadi dua kategori utama, yakni menu basah yang dimasak segar setiap hari dan menu kering dengan daya tahan lebih lama agar aman dibawa pulang untuk berbuka.

“Kami sudah melakukan uji coba agar menu-menu ini tetap berkualitas dan layak konsumsi hingga waktu berbuka,” jelas Fitra.

Dalam evaluasi terbaru, SPPG juga menghentikan sementara sistem “rapel” atau pemberian paket sekaligus untuk beberapa hari. Distribusi kini dilakukan setiap hari guna menjaga kontrol kualitas.
‎“Untuk saat ini, kita full pakai sistem harian agar kontrol gizinya lebih terjaga,” tegasnya.

Antusiasme Sekolah dan Orang Tua
‎Antusiasme siswa terlihat di TK Dharma Wanita Persatuan Modong. Kepala sekolah, Rohmatul Ummah, mengatakan anak-anak selalu menantikan kedatangan mobil MBG.

“Menu burger di sini sangat unik, bisa jadi ajang cooking class buat anak-anak. Ada roti, ayam katsu, dan sayur yang bisa mereka susun sendiri. Itu jadi pembelajaran juga buat mereka,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi komitmen pengelola dalam membatasi penggunaan penyedap rasa (MSG) demi membentuk pola makan sehat sejak dini.

Pengawasan program turut melibatkan tenaga kesehatan dari Polindes dan Puskesmas setempat. Saat peluncuran program, petugas kesehatan desa bahkan ikut mencicipi menu untuk memastikan kualitasnya.

Sementara itu, Sumaiyah (64), nenek salah satu siswa, mengaku puas dengan dampak program terhadap cucunya.“Respon cucu saya ini suka sekali, senang. Menu MBG di sini juga baik, alhamdulillah baik,” tuturnya.

Ia menilai standar MBG di Modong lebih unggul dibanding beberapa daerah lain.“Saya lihat di sini, di Modong, dibandingkan dengan tempat lain saya mengajar, di sini sudah sangat baik,” tegasnya.

Dengan sistem kontrol berlapis, uji mutu ketat, dan pengawasan lintas sektor, MBG Modong menunjukkan bahwa program pangan sekolah dapat dikelola secara profesional, aman, dan berkelanjutan. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *