Lokasi depot tersebut berada tidak jauh dari salah satu kilang minyak utama di kawasan itu. Meski demikian, kantor berita ILNA menyebut fasilitas kilang utama tidak mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.
Selain di selatan kota, serangan juga dilaporkan mengenai depot minyak lain di wilayah barat laut Teheran. Seorang jurnalis AFP yang berada di lokasi menyaksikan langsung kobaran api besar serta asap pekat yang membumbung tinggi dari area yang diduga menjadi titik serangan.
Serangan terhadap fasilitas energi ini menjadi salah satu eskalasi terbaru dalam konflik yang tengah memanas di kawasan Timur Tengah. Infrastruktur minyak Iran sebelumnya jarang menjadi sasaran langsung dalam operasi militer seperti ini.
Ketegangan di kawasan meningkat tajam sejak serangan sebelumnya pada 28 Februari lalu. Pada saat itu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Peristiwa tersebut memicu kemarahan besar di dalam negeri Iran sekaligus meningkatkan risiko konflik regional yang lebih luas.






