Petugas kepolisian yang berada di lokasi dilaporkan hanya melakukan pemantauan terhadap aksi tersebut. Aparat tidak melakukan pembubaran karena situasi dianggap masih berada dalam kondisi yang terkendali.
Sejumlah laporan juga menyebut para pemain timnas Iran disebut berada dalam tekanan serius. Ancaman yang disebutkan tidak hanya ditujukan kepada para pemain, tetapi juga terhadap keluarga mereka di Iran. Beberapa pihak bahkan menilai para pemain tidak berada dalam kondisi yang nyaman.
Sorotan terhadap timnas putri Iran sendiri sebelumnya muncul saat mereka tidak menyanyikan lagu kebangsaan ketika menghadapi Korea Selatan pada 2 Maret lalu. Hingga kini tidak ada penjelasan resmi terkait alasan di balik tindakan tersebut.
Namun pada pertandingan berikutnya melawan Australia, para pemain Iran kembali menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan dimulai. Perubahan sikap tersebut juga belum disertai penjelasan resmi dari pihak tim.(*)






