Teheran, Lini Indonesia – Iran resmi memiliki pemimpin tertinggi baru setelah Majelis Ahli menunjuk Mojtaba Khamenei untuk menggantikan mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, pada Senin (9/3/2026). Penunjukan ini terjadi di tengah situasi geopolitik yang memanas setelah kematian Ali Khamenei akibat serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.
Keputusan tersebut diumumkan oleh Majelis Ahli, lembaga yang terdiri dari 88 ulama dan memiliki kewenangan memilih pemimpin tertinggi Republik Islam Iran. Dalam pernyataan resmi yang dirilis sesaat setelah tengah malam waktu Teheran, lembaga tersebut menyatakan bahwa Mojtaba Khamenei terpilih secara meyakinkan untuk memimpin negara.
“Dengan suara yang menentukan, Majelis Ahli menunjuk Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai pemimpin ketiga sistem Republik Islam Iran,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Penunjukan ini menandai babak baru dalam kepemimpinan Iran di tengah ketegangan regional yang semakin meningkat. Sejak kematian Ali Khamenei, konflik di Timur Tengah terus meluas, memicu kekhawatiran akan eskalasi perang yang lebih besar.
Mojtaba Khamenei, yang kini berusia 56 tahun, dikenal sebagai seorang ulama tingkat menengah yang selama ini memiliki pengaruh cukup besar di dalam lingkaran kekuasaan Iran. Ia disebut memiliki hubungan kuat dengan pasukan keamanan negara serta jaringan bisnis yang berkembang selama era kepemimpinan ayahnya.







