Jembrana, Lini Indonesia – Viral d medsos, Seorang kepala sekolah (kepsek) berinisial SK, diduga berkomentar tak senonoh pada sebuah unggahan di media sosial (medsos). Kepala sekolah dasar (SD) di wilayah Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, itu berdalih salah ketik alias typo.
SK diketahui sempat berkomentar ‘lolok’ pada salah satu unggahan kreator konten Instagram (IG) @sitihajarhumairoh. ‘Lolok’ dalam bahasa Bali artinya kelamin laki-laki.
“Siti Kamu kok suka lolok?” tulis SK menggunakan akun Instagram @pakkmt pada kolom komentar salah satu unggahan Siti. Komentar SK itu dirasa sebagai bentuk pelecehan.
Siti pun menyayangkan komentar kepsek tersebut dengan mengunggah sebuah video. Siti meminta SK agar lebih bijak saat berkomentar di medsos. Pemilik akun Instagram dengan 63 ribu pengikut itu berkeyakinan SK berkomentar dalam keadaan sadar.
“Semoga anak perempuan Bapak tidak mengalami hal-hal seperti apa yang Bapak lakukan ke saya,” cetus Siti dalam video tersebut.
“Saya yakin bapak berkomentar dalam keadaan yang sadar,” kata Siti.
Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jembrana telah memanggil SK pada Rabu (25/3). Disdikpora Jembrana juga telah memberikan teguran lisan untuk kepsek tersebut.
“Kami sudah memanggil yang bersangkutan kemarin untuk memberikan klarifikasi sekaligus pembinaan. Dalam pertemuan tersebut, kami memberikan teguran lisan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar Kepala Disdikpora Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra,
Berdasarkan proses klarifikasi, SK mengakui bahwa komentar itu berasal dari akun pribadinya. Namun, SK berdalih bahwa kata ‘lolok’ yang dipermasalahkan tersebut murni merupakan kesalahan ketik atau typo.







