Topan menambahkan, peluang atlet Indonesia untuk lolos ke Olimpiade tetap terbuka lebar. Pada fase kedua kualifikasi, atlet yang mampu menembus 20 besar dunia akan otomatis mengamankan tiket ke Olimpiade.
Ia menjelaskan bahwa regulasi pembatasan jumlah atlet dari setiap negara turut menjadi faktor yang dapat menguntungkan Indonesia.
“Kalau dari 44 atlet itu kita bisa masuk 20 besar, otomatis lolos ke Olimpiade. Saat ini misalnya Jepang memiliki delapan sampai 10 atlet di peringkat atas, padahal setiap negara maksimal hanya boleh mengirim tiga atlet per kategori dan per gender,” kata Topan.
Sistem penilaian dalam World Skateboarding Ranking sendiri didasarkan pada akumulasi poin dari berbagai kompetisi resmi yang diselenggarakan oleh World Skate. Atlet yang rutin mengikuti turnamen berpeluang lebih besar untuk meningkatkan posisinya di peringkat dunia.
Selain itu, poin yang diperoleh juga memiliki masa berlaku tertentu. Hal ini membuat perubahan peringkat dapat terjadi tidak hanya karena hasil kompetisi terbaru, tetapi juga karena poin atlet lain yang telah kedaluwarsa atau tidak mengikuti turnamen.
Sejak cabang olahraga skateboard resmi dipertandingkan pada Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia hingga kini belum pernah mengirimkan atletnya untuk berlaga di ajang olahraga multicabang paling bergengsi di dunia tersebut.
Namun, perkembangan terbaru dalam peringkat dunia memberi harapan baru bagi tim skateboard nasional menuju Olimpiade 2028.(*)







