Jakarta, Lini Indonesia – PBNU dipastikan akan segera menggelar muktamar untuk menetapkan ketua umum baru setelah adanya kekosongan kepemimpinan di tubuh organisasi. Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar, menyampaikan bahwa langkah ini harus dilakukan dalam waktu dekat agar roda organisasi kembali berjalan normal tanpa penundaan.
“Untuk memastikan berjalannya roda organisasi secara normal maka akan laksanakan rapat pleno atau muktamar dalam waktu segera. Ya, dalam waktu segera,” jelasnya.
Keputusan untuk mengadakan muktamar ini muncul setelah Syuriyah PBNU, melalui risalah rapat yang digelar pada 20 November, menetapkan bahwa Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum. Untuk sementara, Rais Aam merangkap tugas ketua umum hingga hasil muktamar menentukan sosok pengganti.
Ia menegaskan bahwa pemberhentian Gus Yahya tidak dilandasi motif tertentu dan merupakan bagian dari proses internal organisasi.
Selain menyiapkan muktamar, PBNU juga membentuk tim pencari fakta untuk menelusuri sejumlah isu yang berkembang, termasuk dugaan keterlibatan akademisi pro-Zionis dalam kegiatan AKN pada Agustus lalu serta persoalan tata kelola keuangan.
Tim tersebut akan berada di bawah arahan KH Anwar Iskandar dan KH Afifuddin Muhajir untuk memastikan investigasi berjalan menyeluruh sebelum proses pemilihan ketua umum dimulai.
“Kami akan menugaskan tim pencari fakta untuk melakukan investigasi secara utuh dan mendalam terhadap berbagai informasi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.(*)







