ART Ungkap Detik-detik Terakhir Lula Lahfah Sebelum Meninggal

Jakarta, Lini Indonesia – Kepolisian membeberkan keterangan asisten rumah tangga (ART) yang menjadi saksi pertama dalam peristiwa meninggalnya selebgram Lula Lahfah di apartemennya di kawasan Jakarta Selatan. Dalam keterangannya, ART mengaku sempat mendengar suara erangan dari dalam kamar Lula pada dini hari sebelum korban ditemukan tak bernyawa.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa Lula kembali ke apartemennya pada Kamis malam, 22 Januari, sekitar pukul 22.00 WIB dan langsung masuk ke kamar pribadinya. Beberapa jam kemudian, tepatnya sekitar pukul 02.00 WIB, ART mendengar suara seperti orang menahan sakit dari arah kamar korban.

Read More

“Terus jam 02.00 dini hari, ART mendengar dia kayak kesakitan. Iya orang kesakitan, erangan,” jelas Kombes Budi, Senin (26/1/2026) dikutip dari detik.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi menyebut Lula diketahui memiliki riwayat sejumlah penyakit, di antaranya batu ginjal dan gangguan asam lambung yang cukup serius. Kondisi kesehatan tersebut menjadi salah satu fokus dalam penelusuran penyebab kematiannya.

Keesokan harinya, Jumat pagi (23/1) sekitar pukul 09.00 WIB, ART sempat mencoba membangunkan Lula dengan mengetuk pintu kamar. Namun, tidak ada respons dari dalam. Karena tak kunjung mendapat jawaban hingga siang hari, ART mulai merasa khawatir.

Pada sore harinya, ART kemudian menghubungi pihak keluarga serta teman dekat Lula. Ia juga melaporkan kondisi tersebut kepada manajemen apartemen untuk meminta bantuan membuka pintu kamar, yang diketahui terkunci dari dalam. Pembukaan kamar dilakukan setelah ada persetujuan dari pihak keluarga.

“Di situ sampai siang belum bangun juga. Sore akhirnya lapor ke sekuriti lagi minta ada keluarga atau orang dekat yang bisa menjamin kalau teknisi atau pihak apartemen mendobrak pintu kamar, membuka kamar karena kamar terkunci dari dalam,” imbuhnya.

Sekitar pukul 17.50 WIB, Lula ditemukan meninggal dunia di atas tempat tidurnya. Saat ditemukan, posisinya telentang di kasur dengan tubuh tertutup selimut putih. Ia mengenakan kaus putih dan celana pendek berwarna hitam. Polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau dugaan penganiayaan pada tubuh korban.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan juga menemukan sejumlah obat-obatan serta surat rawat jalan di dalam unit apartemen Lula yang berada di lantai 25. Barang-barang tersebut ditemukan pada Jumat malam sekitar pukul 18.44 WIB dan diduga berkaitan dengan kondisi kesehatan korban.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *