Dony Oskaria Buka Suara soal Kenaikan Pertamax, Sebut Harga Masih di Bawah Nilai Ekonomis

Dony Oskaria Buka Suara soal Kenaikan Pertamax, Sebut Harga Masih di Bawah Nilai Ekonomis. foto: ist

Jakarta, Lini Indonesia – Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green menuai berbagai tanggapan dari masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, menegaskan bahwa penyesuaian harga dilakukan sesuai mekanisme pasar dan bukan karena Pertamina tidak mampu lagi menahan harga jual.

Menurut Dony, produk BBM nonsubsidi memang memiliki skema penetapan harga yang berbeda dengan bahan bakar bersubsidi. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, harga BBM nonsubsidi harus disesuaikan dengan kondisi pasar, termasuk pergerakan harga minyak mentah dunia.

Read More

“Ini juga perlu diluruskan. Teman-teman, makanya harus lebih memahami. Danantara itu kan berlaku secara komersial. Karena itu bahwa memang diundang-undangnya juga untuk yang nonsubsidi itu mengikuti harga pasar,” ujar Dony dikutip detik.

Ia menjelaskan bahwa penyesuaian harga yang dilakukan saat ini merupakan konsekuensi dari meningkatnya harga energi global dalam beberapa waktu terakhir. Karena itu, perubahan harga Pertamax dinilai sebagai langkah yang sesuai dengan regulasi yang mengatur produk bahan bakar nonsubsidi.

Dony juga membantah anggapan bahwa kenaikan harga Pertamax menjadi indikasi melemahnya kemampuan Pertamina dalam menjaga harga di tingkat konsumen. Menurutnya, kebijakan tersebut murni mengikuti formula harga yang berlaku untuk produk komersial.

“Ini kan dinaikin itu memang sesuai sama harga minyak dunia. Kecuali kita menaikkan, melebihi. Itu pun sebetulnya di bawah nilai yang seharusnya kita bebankan,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, harga Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.

Lebih lanjut, Dony menyebut harga Pertamax yang berlaku saat ini bahkan masih berada di bawah nilai ekonomis yang seharusnya jika dihitung berdasarkan perkembangan harga minyak dunia secara penuh.

Dengan kata lain, harga yang diterapkan kepada masyarakat belum sepenuhnya mencerminkan kenaikan biaya yang terjadi di pasar global.

Pemerintah dan pihak terkait berharap masyarakat dapat memahami bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi berbeda dengan BBM bersubsidi. Untuk produk nonsubsidi, perubahan harga merupakan bagian dari mekanisme bisnis yang mengikuti dinamika pasar energi internasional.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *