Iran Resmi Tampil di Piala Dunia FIFA 2026

Iran Resmi Tampil di Piala Dunia FIFA 2026. foto: ist

Jakarta, Lini Indonesia – Isu panas kembali menyelimuti panggung sepak bola dunia jelang Piala Dunia FIFA 2026. Di tengah ketegangan politik yang belum mereda, Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya angkat bicara soal keikutsertaan Iran-dan pernyataannya langsung menyita perhatian.

Dalam pernyataan di Ruang Oval yang dilansir Anadolu Agency, Trump memberi sinyal yang terkesan santai namun penuh makna. Ia tidak mempermasalahkan jika Iran tetap tampil di turnamen terbesar dunia tersebut.

“Biarkan saja mereka bermain,” ucap Trump.

Trump juga menyinggung hubungannya dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino. Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada FIFA, bahkan memberi kebebasan penuh. Pernyataan itu mencerminkan sikap yang tak kaku, namun tetap menyisakan tanda tanya di tengah situasi geopolitik yang memanas.

“Gianni (Infantino) luar biasa. Dia teman saya, dan dia sudah membicarakan hal ini. Saya bilang, ‘Lakukan saja apa pun yang kamu mau. Kamu boleh membiarkan mereka ikut, atau kamu tidak perlu menyertakannya. Mungkin mereka punya tim yang bagus,” lanjutnya.

Di sisi lain, Infantino tampil lebih tegas. Dalam pernyataannya kepada BBC, ia memastikan bahwa Iran tetap akan ambil bagian di turnamen tersebut, termasuk bermain di wilayah Amerika Serikat. Baginya, sepak bola seharusnya menjadi jembatan, bukan sekat.

“Tentu saja, Iran akan bertanding di Amerika Serikat. Alasannya sederhana, karena kita harus bersatu. Kita harus mendekatkan orang-orang,” kata Infantino, mengutip dari BBC.

Namun, di balik pernyataan diplomatis itu, tekanan terus berdatangan. Sebelumnya, utusan Trump, Paolo Zampolli, sempat melontarkan usulan kontroversial: mengganti Iran dengan Italia. Ide tersebut langsung memicu perdebatan sengit, memperlihatkan betapa rumitnya mencampur olahraga dengan kepentingan politik.

Sorotan terhadap Iran memang tak lepas dari konflik yang masih berlangsung dengan Amerika Serikat, salah satu tuan rumah Piala Dunia FIFA 2026. Situasi ini membuat kehadiran Team Melli terasa lebih dari sekadar urusan sepak bola—melainkan juga simbol ketegangan global.

Bahkan, gesekan sudah terasa di luar lapangan. Pejabat Iran dilaporkan ditolak masuk ke Kanada saat hendak menghadiri Kongres FIFA di Vancouver. Presiden federasi sepak bola Iran, Mehdi Taj, disebut memiliki keterkaitan dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), yang telah masuk daftar organisasi terlarang di Kanada dan AS.

Tak berhenti di situ, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menegaskan sikap keras. Ia menyatakan bahwa siapa pun dari Iran yang memiliki afiliasi dengan IRGC tidak akan diizinkan hadir di ajang tersebut.

Di tengah tarik-ulur kepentingan ini, satu hal tetap pasti: Iran masih tercatat sebagai peserta resmi. Namun, bayang-bayang konflik membuat perjalanan mereka menuju Piala Dunia FIFA 2026 terasa jauh lebih berat—bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi tentang bertahan di tengah tekanan dunia.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *