GoTo Buka Suara soal PHK Tokopedia, Benarkah 90 Persen Karyawan Terdampak?

GoTo Buka Suara soal PHK Tokopedia, Benarkah 90 Persen benarkah. foto: ist

Jakarta, Lini Indonesia – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) buka suara mengenai kabar pengurangan karyawan di Tokopedia yang mencuat usai ByteDance, perusahaan induk TikTok, mengambil alih kepemilikan mayoritas platform e-commerce tersebut.

Isu yang beredar menyebutkan bahwa langkah efisiensi tersebut berdampak pada sebagian besar tenaga kerja Tokopedia. Meski demikian, GoTo menegaskan bahwa keputusan mengenai penyesuaian organisasi sepenuhnya merupakan kewenangan manajemen PT Tokopedia.

Read More

Direktur GoTo, Simon Tak Leung Ho, mengatakan bahwa sebagai pemegang 24,99 persen saham di PT Tokopedia, perseroan menghormati setiap kebijakan bisnis yang diambil oleh manajemen perusahaan tersebut, termasuk terkait restrukturisasi organisasi.

“Perseroan sebagai pemegang saham sebesar 24,99% di PT Tokopedia, menghormati setiap langkah-langkah yang diambil atau akan diambil oleh manajemen PT Tokopedia sehubungan dengan rencana penyesuaian organisasi,” ujar Direktur GOTO, Simon Tak Leung Ho seperti dikutip dari detik.

Menurut Simon, perubahan yang dilakukan Tokopedia tidak akan memberikan pengaruh signifikan terhadap kondisi keuangan GoTo. Dampak yang mungkin muncul hanya bersifat terbatas, terutama pada pencatatan laba atau rugi bersih dari entitas asosiasi maupun ventura bersama.

Selain itu, GoTo memastikan bahwa pendapatan yang diperoleh dari layanan e-commerce yang diberikan kepada Tokopedia tetap tidak berubah. Perseroan juga tidak melihat adanya konsekuensi material dari sisi operasional maupun aspek nonkeuangan akibat kebijakan tersebut.

Sebelumnya, kabar mengenai PHK massal di Tokopedia ramai diperbincangkan setelah diunggah akun Instagram @ecommurz. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa ByteDance melakukan pengurangan besar-besaran jumlah karyawan Tokopedia dan hanya mempertahankan sekitar 10 persen tenaga kerja mulai awal Juli 2026.

Menanggapi isu tersebut, pihak TikTok membenarkan bahwa perusahaan sedang melakukan penyesuaian pada struktur organisasi, khususnya di bidang riset dan pengembangan (R&D). Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

Juru Bicara TikTok menjelaskan bahwa reorganisasi dilakukan agar perusahaan dapat lebih fokus pada pengembangan teknologi dan inovasi yang mendukung keberlanjutan bisnis, sekaligus memberikan manfaat bagi komunitas kreator maupun para pelaku usaha yang memanfaatkan platform mereka.

Hingga saat ini, belum ada rincian resmi mengenai jumlah pasti karyawan yang terdampak dalam proses penyesuaian organisasi tersebut. Namun, baik GoTo maupun TikTok sama-sama menegaskan bahwa langkah restrukturisasi dilakukan sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan ke depan.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *