Jakarta, Lini Indonesia – Panggilan video Nurul Rian Hidayat (33) dengan istri dan anaknya pada Minggu (13/9/2026) dini hari menjadi komunikasi terakhir sebelum dirinya dinyatakan sebagai salah satu korban kecelakaan kapal Virgo Transport 8.
Sekitar pukul 00.00 WIB, Rian menghubungi istrinya, Azimatul Munirah. Dalam percakapan melalui video call tersebut, Rian masih terlihat tersenyum dan bercanda bersama istri serta anak mereka yang berusia sekitar 1 tahun 7 bulan.
Kepada keluarga, Rian juga menyampaikan bahwa kondisinya baik-baik saja. Tidak ada pembicaraan mengenai masalah yang sedang dialami kapal tempatnya bekerja.
Namun, sebelum mengakhiri panggilan, Rian sempat melambaikan tangan kepada istri dan anaknya. Menurut pihak keluarga, hal tersebut tidak biasa dilakukan Rian ketika mengakhiri komunikasi.
“Rian sempat melambaikan tangan saat akan mengakhiri telepon. Tidak biasanya begitu. Kata istrinya, korban melambaikan tangan,” ujar Yanti, pihak keluarga Rian diikutip dari detikcom.
Sekitar pukul 01.00 WIB, Rian mulai tidak dapat dihubungi. Keluarga yang mencoba menelepon berulang kali tidak mendapatkan respons.
Kekhawatiran keluarga meningkat setelah mengetahui adanya kecelakaan yang melibatkan kapal Virgo Transport 8. Mereka kemudian berupaya mencari informasi mengenai keberadaan Rian melalui sejumlah pihak.
Keluarga sempat menerima foto jenazah yang disebut memiliki kemiripan dengan Rian. Namun, mereka belum dapat memastikan identitas tersebut dan masih berharap Rian ditemukan dalam kondisi selamat.
Kepastian akhirnya diperoleh setelah nama Nurul Rian Hidayat tercantum dalam daftar korban kecelakaan kapal Virgo Transport 8.
Sejak Minggu malam, keluarga bersama warga kemudian menggelar pengajian dan doa bersama untuk Rian.
Jenazah Rian tiba di rumah duka di Pamekasan pada Rabu (16/9/2026) siang. Kedatangan jenazah disambut keluarga dan warga yang telah menunggu sejak pagi.
Peti jenazah sempat diperlihatkan kepada keluarga sebelum dibawa ke masjid yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah duka. Jenazah kemudian disalatkan dengan Bupati Pamekasan Kholilurrahman bertindak sebagai imam.
Setelah salat jenazah selesai, peti Rian dibawa kembali ke rumah duka. Istri Rian tampak menangis di tengah suasana duka tersebut.
Rian meninggalkan seorang istri yang saat ini tengah mengandung serta seorang anak yang masih berusia sekitar 1 tahun 7 bulan.
Saat keluarga berkumpul di sekitar peti jenazah, anak Rian, Arin, turut berada di lokasi. Azimatul kemudian menggendong putrinya dan berdiri di depan peti jenazah suaminya.
Anak yang masih kecil tersebut belum memahami kepergian ayahnya. Sambil menggendong Arin, Azimatul berusaha menenangkannya.
“Ayah lagi bobok, Nak,” ucap Azimatul.
Setelah prosesi di rumah duka, jenazah Rian kemudian dimakamkan di tempat pemakaman umum kawasan Jalan Duwek, Jalan Raya Teja, Pamekasan.(*)







