Jay Idzes Absen dari Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 karena Cedera Quadriceps, Apa Itu?

Jay Idzes Absen dari Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 karena Cedera Quadriceps, foto: ist

Jakarta, Lini Indonesia – Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, dipastikan tidak dapat bergabung dengan skuad Garuda pada jeda internasional kali ini. Bek tengah tersebut mengalami cedera saat memperkuat Sassuolo menghadapi Juventus.

Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Idzes melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Pemain berusia 26 tahun itu mengaku kecewa karena harus melewatkan kesempatan membela Timnas Indonesia di ajang FIFA ASEAN Cup 2026.

“Sayangnya, saya tidak bisa bergabung dengan tim untuk jeda internasional karena cedera,” tulis Idzes dalam unggahannya, dikutip Minggu (20/9/2026).

Meski tidak dapat berada bersama rekan-rekannya di Timnas Indonesia, Idzes tetap memberikan dukungan. Ia mengajak para suporter untuk terus berada di belakang skuad Garuda.

“Meskipun saya tidak bisa ada di sana, saya akan mendukung tim dalam setiap langkahnya. Mari datang sebagai satu kesatuan, berada di belakang tim dan berikan mereka semuanya dukungan kita,” lanjutnya.

Mengalami Cedera Otot Paha Bagian Depan

Berdasarkan laporan Gazzetta yang mengutip informasi dari situs resmi Sassuolo, Idzes mengalami masalah pada otot paha bagian depan kaki kirinya.

Cedera tersebut membuat Idzes berpotensi harus menepi sekitar satu bulan. Meski demikian, durasi pemulihan belum dapat dipastikan karena kondisi sang pemain masih akan terus dipantau oleh tim medis Sassuolo.

Jika proses pemulihannya berjalan lebih cepat, Idzes berpeluang kembali bermain sebelum perkiraan tersebut. Sebaliknya, ia juga dapat membutuhkan waktu lebih lama apabila cederanya belum pulih sepenuhnya.

Cedera pada paha bagian depan tersebut berkaitan dengan kelompok otot yang dikenal sebagai quadriceps atau quads.

Apa Itu Cedera Quadriceps?

Quadriceps merupakan kumpulan empat otot yang berada di bagian depan paha. Kelompok otot ini memiliki peran penting dalam pergerakan kaki, terutama ketika seseorang meluruskan lutut.

Dalam aktivitas seperti sepak bola, quadriceps bekerja cukup keras karena pemain banyak melakukan gerakan berlari, berhenti secara mendadak, melakukan sprint, menendang bola, hingga mengubah arah.

Cedera otot dapat terjadi ketika otot mengalami tarikan atau peregangan melebihi batas kemampuannya. Dalam kondisi tertentu, serat-serat otot bahkan dapat mengalami robekan.

Quadriceps juga cukup rentan mengalami cedera karena digunakan dalam aktivitas yang melibatkan gerakan cepat dan intens. Salah satu bagian dari kelompok otot tersebut turut berperan dalam dua gerakan, yakni meluruskan lutut dan membantu menekuk bagian pinggul.

Karena itu, proses pemulihan cedera quadriceps perlu diperhatikan dengan baik. Pemain biasanya harus menjalani pemantauan dan penanganan medis sebelum dinyatakan siap kembali bermain.

Bagi Timnas Indonesia, absennya Idzes menjadi kehilangan tersendiri di FIFA ASEAN Cup 2026. Sang kapten untuk sementara harus mendukung perjuangan Garuda dari luar lapangan sambil menjalani proses pemulihan bersama Sassuolo.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *