Jakarta, Lini Indonesia – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama periode libur Idul Fitri 2026 menghasilkan penghematan anggaran yang signifikan.
Menurut Dadan, efisiensi yang diperoleh dari jeda operasional program tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp5 triliun. Penghematan ini berasal dari dihentikannya sementara distribusi bantuan makanan kepada para penerima manfaat selama masa libur Lebaran.
“Setelah itu kita akan merayakan Idul Fitri dan program Makan Bergizi akan kembali operasional tanggal 31 Maret,” ujarnya dikutip dari Kompas.
Penyaluran MBG untuk siswa sekolah telah lebih dulu dihentikan sejak 13 Maret 2026, sementara untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita berakhir pada 17 Maret 2026.
Dengan tidak adanya distribusi selama periode tersebut, anggaran yang semula dialokasikan untuk operasional harian program dapat ditekan secara signifikan.
Dadan menjelaskan, dana yang berhasil dihemat ini menjadi bagian dari strategi efisiensi anggaran yang tengah dilakukan BGN. Selain itu, langkah ini juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global yang berdampak pada pengelolaan fiskal nasional.
“Ada 62 SPPG yang kami tutup sementara karena tidak sesuai di dalam memberikan menu. Ya, baik menu minimalis maupun menu yang kurang baik. Itu 62 SPPG yang selama Ramadhan ini kita tutup dulu sementara,” ujar dia.
Ia menambahkan, hasil penghematan tersebut nantinya akan dioptimalkan kembali untuk mendukung keberlanjutan program MBG agar lebih efektif dan tepat sasaran ketika kembali dijalankan setelah libur Lebaran, yakni mulai 31 Maret 2026.(*)






