Korea Selatan Juara Umum BAC 2026, Borong 3 Gelar dan Tunjukkan Dominasi

Korea Selatan Juara Umum BAC 2026, Borong 3 Gelar dan Tunjukkan Dominasi. foto: istimewa

Jakarta, Lini Indonesia – Dominasi tak terbantahkan ditunjukkan Korea Selatan di ajang Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2026. Bertanding di Ningbo Olympic Sports Center, China, mereka tampil begitu solid hingga sukses mengamankan tiga gelar sekaligus dan keluar sebagai juara umum.

Kemenangan ini bukan sekadar angka di papan skor—melainkan bukti konsistensi Negeri Ginseng di level elite Asia. Dari awal hingga akhir turnamen, mereka menunjukkan kualitas, mental juara, dan kedalaman skuad yang sulit ditandingi.

Read More

Gelar pertama hadir dari sektor tunggal putri melalui An Se-young. Dalam laga penuh tensi, ia berhasil menundukkan wakil tuan rumah, Wang Zhiyi, lewat pertarungan tiga gim. Kemenangan ini terasa semakin emosional karena menjadi ajang balas dendam setelah kekalahan di final All England sebelumnya.

Dominasi Korea Selatan berlanjut di nomor ganda putra. Pasangan Kim Won-ho / Seo Seung-jae tampil tanpa cela saat menaklukkan rekan senegaranya sendiri. Kemenangan dua gim langsung itu sekaligus memperpanjang rekor impresif mereka yang belum terkalahkan sejak akhir tahun lalu.

Gelar ketiga pun datang, meski dengan cara yang tak diharapkan. Di sektor ganda campuran, pasangan Kim Jae-hyeon/Jang Ha-jeong memastikan kemenangan setelah lawan dari Thailand mundur akibat cedera. Meski tanpa duel panjang, hasil ini tetap mengunci supremasi Korea Selatan di turnamen ini.

Di sisi lain, China sebagai tuan rumah harus puas berada di posisi kedua. Dua gelar berhasil mereka amankan, salah satunya lewat penampilan dominan Shi Yuqi di nomor tunggal putra. Ia tampil begitu perkasa saat mengalahkan kejutan turnamen asal India, Ayush Shetty, dengan skor telak tanpa perlawanan berarti.

Satu gelar lainnya datang dari sektor ganda putri melalui Li Yijing/Luo Xumin, meski kemenangan tersebut juga ditentukan oleh mundurnya pasangan senegara mereka di partai final. Hasil ini menjadi penghibur bagi publik tuan rumah, meski harapan untuk menjadi juara umum harus pupus.

Sementara itu, perjalanan Indonesia belum berbuah manis. Tim Merah Putih harus puas tanpa wakil di partai final dan hanya membawa pulang dua medali perunggu. Hasil tersebut diraih oleh pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri serta ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti.

Capaian ini menjadi pengingat bahwa persaingan di level Asia semakin ketat. Bagi Indonesia, ini bukan akhir, melainkan bahan evaluasi untuk bangkit lebih kuat di turnamen berikutnya.

Di Ningbo, kisah kemenangan dan kekecewaan berpadu. Korea Selatan merayakan kejayaan, China tetap menjaga harga diri, dan Indonesia membawa pulang pelajaran berharga—semua menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju puncak bulu tangkis dunia.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *