Jakarta, Lini Indonesia – Kabar besar datang dari dunia bola basket Indonesia. Pelita Jaya Basketball resmi memperkenalkan rekrutan anyar mereka, Perrin Buford—seorang small forward asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai salah satu pemain paling dominan dalam sejarah B.League Jepang.
Kedatangan Buford bukan sekadar penambahan pemain, tetapi menjadi sinyal kuat ambisi besar Pelita Jaya untuk menaklukkan IBL 2026. Di usia 32 tahun, Buford masih menunjukkan performa luar biasa.
Musim ini, ia tampil bersama Al Riyadi—tim elite yang baru saja menjuarai FIBA BCL Asia dan dikenal sebagai salah satu kekuatan paling disegani di kawasan.
Reputasi Buford dibangun dari konsistensi dan kemampuan serba bisa. Dalam empat musim terakhir di Jepang, ia selalu masuk jajaran lima besar pemain terbaik. Statistiknya impresif—mulai dari poin, rebound, assist, hingga blok—semuanya berada di level tinggi.
Bahkan pada musim 2024, ia berhasil menyabet gelar top skor liga sekaligus finis sebagai runner-up dalam kategori assist. Tak heran, ia dijuluki “Mr Triple Double” oleh pelatih klub Shimane Susanoo Magic.
Bagi manajemen Pelita Jaya, langkah ini adalah bagian dari strategi besar. Vice President klub, Jeremy Santoso, menegaskan bahwa perekrutan Buford dilakukan untuk memastikan tim berada dalam kondisi terbaik saat memasuki fase playoff.
“Ini langkah strategis kami untuk memastikan tim berada dalam kondisi terbaik menuju playoffs dan mencapai target juara IBL musim 2026,” ujar Vice President Pelita Jaya Jeremy Santoso, dalam keterangannya, Minggu (12/4/2026).
Ia juga optimistis kehadiran Buford tidak hanya meningkatkan daya saing tim, tetapi juga menghadirkan permainan yang lebih atraktif bagi para pendukung setia.
Buford sendiri datang menggantikan Amarie Archibald yang sebelumnya menjadi andalan di paruh pertama musim. Kini, ia akan melengkapi komposisi pemain asing bersama Darious Moten dan Jeff Withey—membentuk trio yang berpotensi menjadi kekuatan menakutkan di liga.
Saat ini, Pelita Jaya berada di puncak klasemen musim reguler dengan catatan impresif: 13 kemenangan dan hanya satu kekalahan. Di bawah arahan pelatih David Singleton, tim tampil dominan dan hampir dipastikan mengamankan tiket ke babak playoff.
Kini, dengan tambahan kekuatan baru dan momentum yang sedang berada di puncak, Pelita Jaya tak sekadar bermimpi. Mereka benar-benar bersiap untuk merebut tahta juara—dan nama Perrin Buford bisa jadi kunci yang membuka jalan menuju kejayaan tersebut.(*)







