Jakarta, Lini Indonesia – Kapten tim Indonesia, Fajar Alfian, memilih untuk tidak terlena setelah kemenangan meyakinkan di laga pembuka Piala Thomas 2026. Meski skuad Merah Putih tampil sempurna dengan skor 5-0 atas Aljazair, fokus tim kini langsung tertuju pada ujian berikutnya: Thailand.
Menurut Fajar, lawan yang akan dihadapi pada pertandingan kedua Grup D itu menunjukkan kualitas yang tidak bisa dianggap ringan. Thailand membuka turnamen dengan kemenangan 4-1 atas Prancis, sebuah hasil yang dinilai cukup menggambarkan kekuatan mereka, terutama di sektor ganda.
Fajar menyoroti bagaimana dua pasangan ganda Thailand mampu menjadi penentu kemenangan. Salah satu yang paling menarik perhatiannya adalah keputusan menurunkan Dechapol Puavaranukroh di ganda putra, berduet dengan Ruttanapak Oupthong.
Kombinasi ini dinilai unik sekaligus berbahaya, mengingat keduanya dikenal sebagai pemain dengan latar belakang ganda campuran.
“Dechapol kembali bermain ganda berpasangan dengan Ruttanarak Oupthong yang juga pemain ganda campuran. Sangat luar biasa dan tidak boleh diremehkan,” ujar Fajar dalam keterangan resmi PBSI.
Di sektor tunggal, Thailand juga tak kalah solid. Kunlavut Vitidsarn dan Panitchaphon Teeraratsakul sama-sama menyumbang poin penting saat menghadapi Prancis, memperlihatkan bahwa kekuatan mereka merata di berbagai lini.
Meski demikian, Indonesia datang dengan modal kepercayaan diri tinggi. Pada laga sebelumnya, Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Anthony Sinisuka Ginting tampil dominan di sektor tunggal.
Sementara itu, Fajar bersama Muhammad Shohibul Fikri serta pasangan muda Raymond Indra / Nikolaus Joaquin memastikan kemenangan sempurna tanpa kehilangan satu gim pun.
Namun, bagi Fajar, hasil tersebut bukan jaminan. Ia menegaskan pentingnya menjaga fokus dan kesiapan, siapa pun yang nantinya diturunkan. Laga melawan Thailand diyakini akan berjalan lebih ketat—bukan sekadar soal kualitas, tetapi juga soal siapa yang mampu tampil lebih tenang di momen krusial.
Pertemuan ini pun diprediksi menjadi salah satu penentu peta persaingan di Grup D. Indonesia punya modal kuat, tetapi Thailand datang dengan ancaman yang nyata. Sebuah duel yang bukan hanya soal teknik, tetapi juga ketahanan mental di lapangan.(*)







