Jakarta, ,Lini Indonesia – Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) memilih menjadikan pertandingan melawan Israel dalam ajang kualifikasi Piala Dunia 2026 sebagai momentum aksi kemanusiaan. Seluruh pendapatan yang diperoleh dari laga tersebut dipastikan akan disumbangkan untuk membantu masyarakat sipil di Gaza yang terdampak konflik.
Dana hasil pertandingan akan disalurkan melalui organisasi kemanusiaan internasional Médecins Sans Frontières (MSF) atau Doctors Without Borders. Bantuan tersebut akan digunakan untuk mendukung pelayanan medis serta kebutuhan darurat bagi warga yang menjadi korban krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
Dilansir dari Anadolu Ajansı, Presiden NFF, Lise Klaveness, menegaskan bahwa federasinya tidak ingin menutup mata terhadap kondisi yang sedang terjadi di Gaza. Menurutnya, sepak bola memiliki ruang untuk menunjukkan solidaritas di luar persaingan di lapangan.
“Pertandingan ini berlangsung di tengah situasi yang diwarnai penderitaan kemanusiaan yang tidak terbayangkan. Kami tidak bisa bersikap acuh terhadap hal tersebut,” ujar Klaveness.
Laga yang berlangsung di Oslo pada 11 Oktober 2025 itu sendiri berakhir dengan kemenangan meyakinkan Norwegia. Tim tuan rumah menghajar Israel dengan skor 5-0 lewat penampilan dominan yang turut diperkuat sejumlah pemain bintang, termasuk Erling Haaland dan Martin Ødegaard.
Namun, di balik kemenangan tersebut, perhatian publik justru tertuju pada keputusan NFF untuk mengalihkan seluruh keuntungan pertandingan menjadi bantuan kemanusiaan. Kebijakan itu dipandang sebagai bentuk kepedulian federasi terhadap situasi yang masih berlangsung di Gaza.
Sikap tersebut juga mencerminkan pandangan NFF yang selama ini cukup vokal dalam isu tersebut. Federasi sepak bola Norwegia sebelumnya beberapa kali menyerukan agar FIFA mengevaluasi status keanggotaan Asosiasi Sepak Bola Israel.
Menurut mereka, badan sepak bola dunia perlu menerapkan standar yang sama terhadap seluruh konflik internasional, sebagaimana yang dilakukan saat menjatuhkan sanksi kepada Rusia.
Meski memiliki pandangan tersebut, Norwegia tetap menjalani pertandingan melawan Israel sesuai agenda resmi FIFA sambil terus menyampaikan aspirasinya melalui mekanisme yang berlaku.
Komitmen Norwegia terhadap isu Israel-Palestina bukanlah hal baru. Negara itu pernah menjadi tuan rumah perundingan yang melahirkan Kesepakatan Oslo pada 1993, yang menjadi salah satu tonggak penting dalam proses dialog antara Israel dan Palestina. Hingga kini, Norwegia masih aktif mendukung berbagai upaya diplomatik maupun kemanusiaan di kawasan tersebut.
Melalui donasi seluruh pemasukan pertandingan melawan Israel, NFF berharap sepak bola dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat yang tengah menghadapi dampak konflik, sekaligus menunjukkan bahwa olahraga juga memiliki peran dalam menumbuhkan solidaritas kemanusiaan.(*)







