Jakarta, Lini Indonesia – Jonatan Christie mengungkapkan momen krusial yang turut memengaruhi hasil pertandingan saat menghadapi Kunlavut Vitidsarn dalam duel Indonesia vs Thailand di Piala Thomas 2026, Minggu (26/4).
Dalam laga pembuka yang berlangsung di Forum Horsens, Jonatan harus mengakui keunggulan Kunlavut lewat pertarungan ketat tiga gim, 16-21, 22-20, 20-22. Pertandingan berjalan sengit sejak awal, namun puncak dramanya terjadi di gim penentuan.
Jonatan sebenarnya sudah berada di ambang kemenangan. Saat unggul 20-17, harapan untuk mengamankan poin pertama bagi Indonesia terlihat sangat terbuka. Namun situasi berubah cepat.
Kunlavut mampu menjaga ketenangan dan perlahan mengejar ketertinggalan hingga menyamakan kedudukan 20-20, sebelum akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan tipis.
Dalam penjelasannya, Jonatan mengungkap bahwa ada faktor teknis yang cukup mengganggu di momen-momen penting tersebut. Ia menyebut senar raketnya putus tepat ketika pertandingan memasuki fase krusial, khususnya saat poin 20-19.
“Sangat disayangkan saya sudah unggul 20-17 dan bola sudah tanggung tapi dia berhasil membalikkan. Satu lagi di poin 20-19, raket saya putus. Mohon maaf belum bisa menyumbangkan poin untuk Indonesia hari ini,” ucap Jonatan dikutip dari cnn.
Kondisi itu membuatnya kehilangan momentum di saat yang seharusnya bisa menjadi penentu. Meski demikian, Jonatan tetap mengapresiasi perjuangan lawan yang dinilainya tampil dengan mental kuat dan mampu memanfaatkan setiap peluang kecil.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya sudah mengerahkan seluruh kemampuan sepanjang pertandingan. Bahkan di gim kedua, ketika berada dalam posisi tertekan, Jonatan masih mampu bangkit dan memaksakan rubber game—sebuah refleksi dari semangat juang yang sama-sama ditunjukkan kedua pemain.
Di balik kekecewaan karena gagal menyumbang poin, Jonatan tetap bersyukur bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera. Baginya, duel ini menjadi pelajaran penting tentang bagaimana menjaga fokus hingga poin terakhir, terutama ketika situasi bisa berubah dalam hitungan detik.
“Tetap mengucap syukur Puji Tuhan, bisa selesai tanpa cedera dan tadi juga sudah all out bermainnya. Kunlavut dengan fighting spirit-nya, dengan kelebihannya bisa menahan satu poin lagi dan berbalik menang,” ujarnya.
Pertandingan ini pun menjadi salah satu momen paling menegangkan dalam pertemuan Indonesia melawan Thailand, di mana detail kecil seperti kondisi peralatan ternyata bisa berpengaruh besar terhadap hasil akhir.(*)







