Jakarta, Lini Indonesia – Tim nasional bola basket 3×3 putri Indonesia datang ke Asian Beach Games Sanya 2026 dengan tekad yang jelas: bukan sekadar tampil, tetapi bersaing untuk menang. Keyakinan itu kembali ditegaskan setelah mereka menutup fase grup dengan kemenangan 17-12 atas Makau di Sanya Sport Centre Gymnasium, Senin.
Salah satu pemain, Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi, mengungkapkan rasa puas atas hasil tersebut, namun menegaskan bahwa tim tidak ingin larut dalam euforia. Baginya, kemenangan ini hanyalah satu langkah dalam perjalanan yang masih panjang.
“Kami datang ke sini (Asian Beach Games Sanya 2026) bukan hanya untuk berpartisipasi, tetapi ingin memenangi setiap pertandingan,” ujarnya dikutip dari Antara.
Senada dengan itu, Angelica Jennifer Candra menilai laga melawan Makau sebagai salah satu penampilan terbaik tim sejauh ini. Permainan yang lebih rapi dan percaya diri menjadi modal penting, meski ia mengingatkan bahwa fokus tetap harus dijaga dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
“Kami ingin fokus satu pertandingan ke pertandingan berikutnya, walaupun memang laga melawan Makau adalah salah satu permainan terbaik kami,” ujarnya.
Evaluasi juga tetap menjadi bagian penting bagi tim. Diva Intan Nur Fadillah menekankan bahwa masih ada aspek yang perlu diperbaiki, terutama dalam pertahanan dan konsistensi permainan. Menurutnya, detail kecil bisa sangat menentukan di fase gugur yang biasanya berjalan lebih ketat.
Dengan dua kemenangan dari tiga pertandingan, Indonesia finis di posisi kedua klasemen akhir Grup C, berada di bawah Filipina yang tampil sempurna. Hasil ini memastikan langkah Merah Putih ke babak 16 besar, sekaligus membuka peluang untuk melangkah lebih jauh.
Di fase berikutnya, Indonesia akan menghadapi tim peringkat ketiga dari Grup B, yang masih diperebutkan oleh Malaysia, Taiwan, dan Mongolia. Siapa pun lawannya, tantangan dipastikan akan semakin berat.
Skuad Indonesia yang diperkuat Berlian Yesi Triutari, Diva Intan, Angelica, dan Dewa Ayu kini membawa modal kepercayaan diri sekaligus kewaspadaan. Mereka tahu bahwa setiap pertandingan di fase gugur adalah penentuan—tak ada ruang untuk lengah.
Dengan semangat yang tetap terjaga dan evaluasi yang terus dilakukan, tim 3×3 putri Indonesia mencoba melangkah lebih jauh, satu pertandingan demi satu pertandingan.(*)







