Jakarta, Lini Indonesia – Perjalanan Veda Ega Pratama di musim perdananya bersama Honda Team Asia mulai menunjukkan arah yang menjanjikan. Di tengah ketatnya persaingan Moto3 2026, ia mampu menempatkan diri di posisi keenam klasemen sementara—sebuah capaian yang menjaga peluangnya dalam perebutan gelar Rookie of The Year.
Dengan koleksi 37 poin sejauh ini, Veda hanya terpaut tipis dari kelompok lima besar. Jaraknya dengan Marco Morelli di posisi kelima tidak terlalu jauh, membuat persaingan di papan tengah klasemen semakin menarik.
Yang membuat pencapaian ini terasa lebih istimewa, Veda menjadi satu-satunya pembalap debutan murni yang mampu bersaing di jajaran atas.
Di sisi lain, persaingan papan atas masih dipimpin oleh Maximo Quiles yang tampil dominan sejak awal musim. Ia unggul cukup jauh dari para pesaingnya seperti Alvaro Carpe, Adrian Fernandez, dan Valentin Perrone yang terus berusaha menjaga jarak di belakangnya.
Bagi Veda, musim ini bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang bagaimana ia beradaptasi di level kompetisi yang lebih tinggi. Dari beberapa seri yang sudah dijalani, performanya terbilang konsisten.
Ia hanya sekali gagal mengamankan poin akibat insiden jatuh di GP Amerika Serikat, sementara di seri lainnya ia selalu mampu menembus posisi yang menghasilkan poin.
Salah satu penampilan paling mencuri perhatian terjadi di GP Brasil, saat ia berhasil finis di posisi ketiga dan merasakan podium pertamanya. Hasil tersebut menjadi bukti bahwa Veda tidak sekadar ikut bersaing, tetapi juga mampu menantang barisan depan.
Di GP Thailand dan Spanyol, ia kembali menunjukkan kestabilan performa dengan finis di posisi lima dan enam.
Dengan tren yang terus meningkat, peluang Veda untuk mengakhiri musim dengan status rookie terbaik masih terbuka lebar. Tantangan tentu akan semakin berat di seri-seri berikutnya, namun modal kepercayaan diri dan konsistensi yang telah ia bangun menjadi fondasi penting untuk terus melangkah lebih jauh di pentas Moto3.(*)







