Jakarta, Lini Indonesia – YouTuber sekaligus kreator konten pendidikan Jerome Polin ikut menyoroti tuntutan 18 tahun penjara terhadap mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, Nadiem Makarim, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook.
Melalui unggahan di social media pribadinya, Jerome mengaku khawatir kasus yang menimpa Nadiem bisa menimbulkan ketakutan bagi orang-orang berkompeten dan memiliki integritas untuk terlibat di pemerintahan.
Menurut Jerome, jika figur-figur berkualitas mulai enggan bekerja di sektor publik karena takut terseret persoalan hukum, maka kondisi tersebut dapat berdampak buruk bagi masa depan birokrasi di Indonesia.
“Lihat Mas Nadiem dipenjara 18 tahun, ujung-ujungnya semua orang berkualitas dan berintegritas bakal takut masuk bekerja sama dengan pemerintah,” tulis Jerome Polin.
Ia bahkan menyinggung kemungkinan pemerintahan justru akan semakin mudah diisi oleh orang-orang yang tidak memiliki integritas jika rasa takut itu terus berkembang.
Sementara itu, Nadiem Makarim saat ini tengah menghadapi proses hukum terkait dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) dalam program digitalisasi pendidikan nasional. Kejaksaan Agung diketahui telah menetapkannya sebagai tersangka sejak September 2025.
Dalam sidang yang digelar pada Rabu, 13 Mei 2026, Jaksa Penuntut Umum menuntut Nadiem dengan hukuman 18 tahun penjara. Selain pidana badan, ia juga dituntut membayar denda Rp1 miliar serta uang pengganti senilai Rp5,6 triliun dengan subsider tambahan hukuman penjara.
Menanggapi tuntutan tersebut, Nadiem mengaku kecewa. Ia menilai berbagai fakta persidangan, termasuk keterangan saksi dan dokumen yang telah dipaparkan selama proses hukum, tidak dipertimbangkan secara menyeluruh oleh jaksa.
Nadiem juga menegaskan dirinya tidak pernah menggunakan dana negara dari proyek pengadaan Chromebook untuk kepentingan pribadi. Hingga kini, ia tetap bersikeras tidak melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana yang didakwakan kepadanya.(*)







