Jakarta, Lini Indonesia – Kebakaran hebat yang melanda KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, pada Minggu (2/8/2026), meninggalkan pengalaman yang tak akan mudah dilupakan para penumpangnya.
Di tengah kepanikan saat kobaran api terus membesar, sebagian penumpang memilih menyelamatkan diri dengan cara yang paling berisiko, yakni melompat ke laut.
Salah satu penyintas, Muhammad Abdul Karim, mengungkapkan detik-detik menegangkan ketika ia memutuskan meninggalkan kapal demi menyelamatkan nyawanya. Keputusan itu diambil setelah api mulai menjalar hingga ke ruang navigasi kapal.
“Saya loncat itu ketika saya lihat api sudah di ruang navigasi. Turunnya bergantian karena banyak yang takut. Saya berdua sama kakek-kakek,” ujarnya.
Setelah berhasil berada di laut, perjuangan Abdul ternyata belum berakhir. Ia bersama penumpang lainnya harus bertahan di tengah ombak yang cukup besar sambil menanti datangnya kapal penyelamat.
Menurut Abdul, kondisi gelombang yang tinggi membuat mereka tidak mungkin terus berenang karena tenaga akan cepat terkuras. Demi bertahan, ia memilih mengapung di laut sambil melambaikan tangan untuk menarik perhatian tim penyelamat. Selama menunggu, ia dan seorang penumpang lanjut usia saling bergandengan tangan agar tidak terpisah diterjang ombak.
“Posisi ombak besar, kalau renang kita kehabisan tenaga. Jadi kita ngapung sambil melambaikan tangan. Kita berdua bergandengan tangan, nanti setelah dekat kapal penyelamat baru lepas,” tuturnya.
Abdul mengaku berada cukup lama di tengah laut sebelum akhirnya kapal penyelamat datang dan mengevakuasinya sekitar pukul 14.30 WIB.
Meski berhasil selamat, insiden itu meninggalkan luka fisik maupun kerugian materi. Lengan Abdul mengalami luka akibat terkena tali kapal saat melompat ke laut. Ia baru menyadari luka tersebut setelah berhasil naik ke kapal penyelamat.
“Ini sadar ketika sudah naik di atas kapal penyelamat, baru sadar ada luka. Dagingnya sudah kelihatan,” katanya.
Tak hanya itu, seluruh barang bawaannya, mulai dari pakaian, telepon seluler, hingga oleh-oleh yang dibawanya, hangus dan tak sempat diselamatkan.
Sebelum dievakuasi sepenuhnya, Abdul sempat menyaksikan kondisi terakhir KM Mutiara Sentosa 2. Menurutnya, kapal terlihat miring ke sisi kanan dengan sebagian besar badan kapal telah hangus dilalap api, menjadi pemandangan yang sulit ia lupakan setelah berhasil lolos dari salah satu momen paling menegangkan dalam hidupnya.(*)







