Viral! Pengusaha Sound Horeg Sebut MUI “Goblok”, Begini Tanggapan MUI Jatim

Viral! Pengusaha Sound Horeg Sebut MUI “Goblok”, Begini Tanggapan MUI Jatim. foto: ist

Jakarta, Lini Indonesia – Pernyataan seorang pengusaha sound horeg yang menyebut Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan kata “goblok” mendapat respons dari Ketua Komisi Fatwa MUI Jawa Timur, KH Ma’ruf Khozin.

Ma’ruf memilih tidak memperpanjang pernyataan tersebut dan menganggap kritik sebagai bagian dari risiko ketika MUI menyampaikan pandangan keagamaan kepada masyarakat.

Pernyataan bernada kritik itu disampaikan pengusaha sound horeg Setyo Budi Sularso atau Budi Aeromax dalam sebuah acara televisi. Ia menyinggung MUI terkait polemik sound horeg dan menyebut pihak yang mengeluarkan pandangan tersebut dengan sebutan “goblok”.

Menanggapi hal itu, Ma’ruf mengatakan dirinya tidak merasa tersinggung. Menurut dia, seseorang yang menyampaikan nasihat atau pandangan kepada masyarakat memang harus siap menghadapi berbagai bentuk respons.

“Pak Budi ini tidak pernah berjumpa dengan saya, tiba-tiba langsung ngomong ‘goblok’. Ya saya tidak tersinggung,” kata Ma’ruf dilansir dari cnn.

Ma’ruf juga mengingatkan bahwa Nabi Muhammad SAW pada masanya pernah mendapat berbagai tuduhan dari orang-orang yang menentang dakwahnya. Karena itu, ia menganggap kritik sebagai konsekuensi yang mungkin muncul ketika seseorang berusaha menyampaikan sesuatu yang diyakini sebagai kebaikan.

Dalam persoalan sound horeg, Ma’ruf juga menjelaskan bahwa tidak semua pelaku usaha sound system memiliki sikap yang sama terhadap MUI. Ia menyebut David Stefan dari Blizzard Audio sebagai salah satu pengusaha yang sebelumnya pernah berdiskusi dengan MUI Jawa Timur mengenai persoalan fatwa dan batasan penggunaan sound horeg.

Sementara itu, Ma’ruf mengaku baru bertemu dengan Budi Aeromax ketika keduanya berada di sebuah studio televisi. Ia menyebut Budi belum pernah berdiskusi langsung dengannya terkait persoalan yang dipermasalahkan.

Ma’ruf turut menegaskan bahwa anggota Komisi Fatwa MUI Jawa Timur telah dipilih melalui proses tertentu dan memiliki latar belakang keilmuan. Sebagian di antaranya disebut telah menempuh pendidikan hingga jenjang doktor dan berstatus profesor.

Karena itu, Ma’ruf menilai penggunaan kata “goblok” tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Ia menduga pernyataan itu muncul karena yang bersangkutan belum memahami secara menyeluruh bagaimana proses dan komposisi MUI.

“Kalau dia mengatakan ‘goblok’, mungkin karena belum tahu MUI. Jadi tidak perlu dibesar-besarkan,” ujarnya.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *