Profil Moh Zaki Ubaidillah, Sosok Penentu Emas Indonesia di Asian Games 2026

Jakarta, Lini Indonesia - Nama Moh Zaki Ubaidillah kini menjadi salah satu yang paling diperbincangkan setelah tunggal putra berusia 19 tahun itu memastikan medali emas untuk Indonesia di Asian Games 2026.. foto: ist

Jakarta, Lini Indonesia – Nama Moh Zaki Ubaidillah kini menjadi salah satu yang paling diperbincangkan setelah tunggal putra berusia 19 tahun itu memastikan medali emas untuk Indonesia di Asian Games 2026.

Bukan kemenangan biasa yang diraih Ubed, sapaan akrabnya. Ia harus tampil ketika seluruh perjuangan tim bulutangkis putra Indonesia berada di ujung penentuan. Dalam partai kelima final beregu putra melawan China, Ubed menghadapi Weng Hongyang dengan satu target: membawa Indonesia melewati garis finis.

Read More

Tekanan tersebut semakin terasa karena Indonesia sebelumnya sempat berada dalam posisi tertinggal 0-2.

Final yang berlangsung di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang, Kamis (24/9/2026), diawali dengan kekalahan Jonatan Christie dari Shi Yuqi. Jonatan menyerah dalam dua gim dengan skor 13-21, 18-21.

Situasi Indonesia semakin sulit setelah Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri juga gagal menyumbangkan angka. Mereka kalah dari Liang Weikeng/Wang Chang dalam pertandingan tiga gim, 20-22, 21-19, 14-21.

Dua kekalahan itu membuat China hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mengamankan gelar. Indonesia, sebaliknya, harus memenangi tiga pertandingan secara beruntun jika ingin membalikkan keadaan.

Namun, perjuangan belum selesai.

Alwi Farhan menjadi pemain yang membuka jalan kebangkitan. Ia mengalahkan Li Shifeng melalui pertandingan tiga gim dengan skor 23-21, 15-21, 21-16.

Momentum tersebut kemudian diteruskan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Ganda putra Indonesia itu mengalahkan He Jiting/Liu Yi dengan skor 23-21, 21-10.

Kedudukan pun berubah menjadi 2-2.

Artinya, seluruh hasil final ditentukan oleh pertandingan terakhir. Di sinilah nama Moh Zaki Ubaidillah muncul sebagai pemain yang harus memikul tanggung jawab terbesar malam itu.

Ubed Sempat Tegang Sebelum Turun ke Lapangan

Menjadi penentu di usia 19 tahun bukan situasi yang mudah. Terlebih, Asian Games 2026 merupakan penampilan perdana Ubed di ajang tersebut.

Ubed mengakui dirinya sempat merasakan ketegangan sebelum pertandingan dimulai. Ia bahkan menghubungi orang tuanya dan meminta doa sebelum masuk ke lapangan.

Momen sederhana itu menjadi salah satu bagian penting dari persiapannya menghadapi pertandingan penentuan.

Dukungan dari rekan-rekan setim juga membuat Ubed berusaha mengendalikan tekanan. Ia menyadari bahwa pertandingan yang akan dijalani bukan hanya tentang dirinya, melainkan juga kesempatan Indonesia untuk merebut medali emas.

Begitu pertandingan dimulai, Ubed harus langsung berhadapan dengan Weng Hongyang dalam duel yang berlangsung ketat.

Gim pertama menjadi ujian mental tersendiri. Perolehan angka kedua pemain terus berdekatan hingga memasuki fase kritis. Weng bahkan sempat mendapatkan game point, tetapi Ubed mampu tetap tenang dan membalikkan situasi.

Ia akhirnya mengamankan gim pertama dengan skor 23-21.

Keunggulan tersebut menjadi modal penting bagi Ubed untuk memasuki gim kedua. Ia kemudian tampil lebih meyakinkan dan berhasil menjauh dari kejaran Weng hingga menutup pertandingan dengan kemenangan 21-13.

Kemenangan dua gim langsung itu memastikan Indonesia mengalahkan China dengan skor 3-2.

Ubed pun menjadi pemain terakhir yang memberikan angka sekaligus memastikan Indonesia membawa pulang medali emas.

Tiga Tahun Lalu Masih Berjuang di Sirnas

Pencapaian Ubed di Asian Games 2026 terasa semakin istimewa jika melihat perjalanan kariernya.

Hanya sekitar tiga tahun sebelumnya, Ubed masih berkompetisi di level Sirkuit Nasional (Sirnas). Pemain kelahiran Sampang, Madura, 26 Juni 2007, itu sudah mengenal bulutangkis sejak usia empat tahun.

Ia memulai perjalanan di PB Rahmat Pati sebelum kemudian bergabung dengan PB Djarum Kudus pada 2019. Perkembangannya mulai terlihat ketika ia mencatat sejumlah prestasi di ajang nasional.

Pada 2023, Ubed berhasil memenangkan beberapa seri Sirnas serta Kejurnas PBSI. Prestasi tersebut membawanya ke Seleksi Nasional untuk mendapatkan tempat di Pelatnas Cipayung.

Namun, langkah pertamanya menuju pelatnas belum berhasil. Ubed tersingkir di perempat final Seleknas 2023. Ia kemudian melanjutkan perjalanan dengan berbagai turnamen hingga akhirnya kesempatan bergabung dengan Pelatnas benar-benar datang pada akhir 2024.

Setelah masuk pelatnas, perkembangan Ubed semakin terlihat di panggung internasional. Ia mendapat kesempatan memperkuat Indonesia pada Piala Sudirman 2025 dan kemudian menjadi bagian dari tim putra Indonesia di SEA Games 2025.

Menariknya, Ubed kembali merasakan situasi sebagai pemain penentu ketika Indonesia menghadapi Malaysia di SEA Games 2025. Ia menyumbangkan poin terakhir dalam kemenangan 3-0 Indonesia setelah mengalahkan Justin Hoh.

Dari Penentu di SEA Games hingga Asian Games

Pengalaman sebagai penentu tersebut ternyata kembali terulang di panggung yang jauh lebih besar.

Pada 2026, Ubed berhasil meraih gelar Thailand Masters yang merupakan turnamen BWF Super 300. Sebelum Asian Games berlangsung, namanya juga sudah mulai masuk dalam jajaran tunggal putra Indonesia yang diperhitungkan.

Namun, status sebagai debutan Asian Games membuat tantangan kali ini berbeda.

Ubed bukan hanya harus menghadapi lawan dari China. Ia juga harus menghadapi tekanan karena pertandingan yang dimainkan menjadi penentu nasib seluruh tim.

Pada akhirnya, ia mampu melewati situasi tersebut.

Kemenangan atas Weng Hongyang tidak hanya membuat Indonesia menjadi juara beregu putra Asian Games 2026. Hasil itu juga mengakhiri penantian panjang Indonesia untuk kembali meraih emas pada nomor beregu putra sejak terakhir kali mendapatkannya pada Asian Games 1998.

Perjalanan Ubed pun kini memiliki satu babak baru. Dari pemain yang beberapa tahun lalu masih berjuang di level Sirnas, ia berubah menjadi pemain yang memegang raket pada pertandingan terakhir final Asian Games dan menentukan lahirnya medali emas Indonesia.

Di usia 19 tahun, Ubed telah merasakan dua kali menjadi penentu kemenangan tim Indonesia di ajang multi-event. Namun, kemenangan di Aichi-Nagoya 2026 menjadi salah satu momen terbesar dalam perjalanan kariernya sejauh ini.

Bagi Indonesia, satu pukulan terakhir Ubed memastikan emas.

Bagi Ubed, kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa perjalanan panjang dari level nasional hingga panggung Asia akhirnya membawanya ke sebuah momen yang tidak akan mudah dilupakan.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *