Jakarta, Lini Indonesia – Partisipasi Tim Nasional Iran di ajang Piala Dunia FIFA 2026 kini menjadi sorotan media olahraga dunia. Situasi geopolitik yang memanas setelah konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel memunculkan spekulasi bahwa Iran berpotensi menarik diri dari turnamen sepak bola terbesar tersebut.
Piala Dunia 2026 sendiri akan digelar di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Namun ketegangan politik yang melibatkan Iran dengan salah satu tuan rumah, yaitu Amerika Serikat, membuat masa depan keikutsertaan tim berjuluk Team Melli itu menjadi tanda tanya.
Isu ini semakin menguat setelah Presiden Football Federation Islamic Republic of Iran, Mehdi Taj, tidak dapat memberikan kepastian apakah Iran akan tetap ambil bagian dalam turnamen tersebut.
“Tidak mungkin untuk mengatakan secara pasti, tetapi pasti akan ada respons. Hal ini akan dipelajari oleh para pejabat olahraga di tingkat tinggi negara dan akan ada keputusan tentang apa yang akan terjadi,” kata Mehdi Taj kepada IRIB Channel 3 dilansir Daily Mail.
Dalam pernyataannya kepada IRIB Channel 3, Taj mengatakan situasi saat ini masih sangat dinamis dan akan dipelajari oleh otoritas olahraga serta pemerintah Iran sebelum keputusan resmi diambil.
Menurutnya, serangan yang terjadi serta eskalasi konflik yang masih berlangsung membuat suasana di Iran jauh dari kondusif untuk menyambut Piala Dunia dengan optimisme.
Ketidakpastian ini muncul ketika waktu menuju kick-off Piala Dunia FIFA 2026 semakin dekat, dengan sekitar 100 hari tersisa sebelum turnamen dimulai. Jika Iran benar-benar memutuskan mundur, maka FIFA harus menentukan tim pengganti untuk mengisi slot yang ditinggalkan.
Berdasarkan regulasi FIFA, penggantian peserta biasanya diambil dari tim yang hampir lolos melalui jalur kualifikasi, seperti runner-up babak playoff atau tim dengan peringkat tertinggi yang belum lolos dari konfederasi yang sama.
Dalam skenario tersebut, Tim Nasional Irak disebut sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan Iran. Namun peluang itu bergantung pada hasil playoff antarbenua yang akan mempertemukan Irak dengan Tim Nasional Bolivia atau Tim Nasional Suriname.







