Jakarta, Lini Indonesia – Duel panas antara Persija Jakarta dan Persib Bandung kembali hadir, namun masih jauh dari rumah aslinya. Sudah bertahun-tahun laga klasik ini “terusir” dari Jakarta, menghadirkan nuansa yang berbeda—bahkan terasa ada yang hilang dari rivalitas penuh gengsi tersebut.
Pada pekan ke-32 Super League 2025/2026, Persija akan menjamu Persib di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026). Awalnya laga direncanakan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, namun kembali harus dipindahkan. Ini memperpanjang “pengasingan” duel klasik ini dari ibu kota.
Terakhir kali Persija menjamu Persib di Jakarta terjadi pada musim Liga 1 2019. Sejak saat itu, pandemi dan berbagai faktor membuat Macan Kemayoran harus menjadi “tuan rumah tanpa rumah”, berpindah-pindah venue saat menghadapi rival abadinya.
Menariknya, dalam empat pertemuan terakhir di tempat netral, kekuatan kedua tim nyaris tak bisa dibedakan. Hasilnya benar-benar berimbang—masing-masing meraih satu kemenangan, sementara dua laga lainnya berakhir imbang. Sebuah bukti bahwa rivalitas ini selalu berjalan di atas garis tipis.
Pertemuan di Stadion I Wayan Kapten Dipta pada musim 2021/2022 menjadi momen pahit bagi Persija setelah takluk 0-2. Namun, Macan Kemayoran membalas setahun kemudian dengan kemenangan meyakinkan 2-0 di Stadion Patriot Candrabhaga. Setelah itu, dua laga berikutnya kembali menunjukkan betapa sengitnya duel ini—imbang 1-1 dan 2-2.
Kini, babak baru akan dimulai di Samarinda. Atmosfer boleh berbeda, tetapi tensi tetap sama—panas, emosional, dan sarat gengsi.
Bagi Persib, pertandingan ini bukan sekadar laga biasa. Mereka tengah memimpin klasemen dengan 72 poin, namun bayang-bayang Borneo FC yang memiliki poin sama terus membayangi. Satu kesalahan kecil bisa menggoyahkan posisi mereka di puncak.
Di sisi lain, Persija yang mengoleksi 65 poin masih menyimpan asa. Meski peluang juara tidak sepenuhnya di tangan sendiri, kemenangan dalam laga ini bisa menjadi bahan bakar terakhir untuk menjaga mimpi tetap hidup.
Pertanyaannya kini: di “rumah sementara” ini, siapa yang akan tersenyum? Karena dalam rivalitas sebesar Persija vs Persib, lokasi boleh berubah—tetapi harga diri tetap jadi taruhan utama.(*)







