Jakarta, Lini Indonesia – PSS Sleman memastikan langkah besar mereka kembali ke kasta tertinggi setelah meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas PSIS Semarang pada pekan ke-27 Liga 2 Championship 2025/2026. Laga yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Minggu (3/5/2026), berubah menjadi panggung perayaan bagi tuan rumah.
Sejak awal pertandingan, PSS tampil penuh determinasi. Dorongan luar biasa dari ribuan suporter yang memadati stadion membuat atmosfer terasa bergelora. Tekanan demi tekanan dilancarkan, meski PSIS tetap memberikan perlawanan lewat serangan balik cepat yang beberapa kali mengancam.
Gol yang ditunggu publik Sleman akhirnya hadir pada menit ke-34. Gustavo Tocantins sukses memecah kebuntuan lewat penyelesaian jarak dekat di dalam kotak penalti yang tak mampu diantisipasi Rizky Darmawan. Sorak sorai suporter pun pecah, menandai awal pesta yang telah dinanti.
Memasuki babak kedua, PSS semakin percaya diri dan mendominasi jalannya laga. Tekanan berkelanjutan akhirnya berbuah hasil pada menit ke-58 ketika Junior Haqi berhasil menggandakan keunggulan. Memanfaatkan celah di lini pertahanan lawan, ia menuntaskan peluang dengan tenang untuk membawa PSS unggul 2-0.
Ketika laga mendekati akhir, euforia semakin tak terbendung. Pada menit ke-87, Arda Alfareza mencetak gol spektakuler melalui tendangan bebas kaki kiri yang meluncur deras ke gawang. Gol indah tersebut menjadi penutup sempurna kemenangan 3-0 sekaligus memicu selebrasi besar di tribun.
Kemenangan ini memastikan PSS Sleman mengunci tiket promosi otomatis ke Super League musim 2026/2027. Dengan koleksi 56 poin, mereka berhak memuncaki klasemen dan unggul head-to-head atas Persipura Jayapura yang memiliki poin sama.
Meski sudah memastikan promosi, perjuangan PSS belum usai. Mereka masih akan menghadapi Garudayaksa FC di partai final untuk memperebutkan gelar juara Liga 2. Sementara itu, Persipura harus berjuang lewat jalur playoff menghadapi Adhyaksa Banten demi satu tiket promosi terakhir.
Malam di Sleman pun berubah menjadi lautan kebahagiaan—bukan sekadar kemenangan, tetapi simbol kebangkitan dan harapan baru bagi Super Elja untuk kembali bersaing di level tertinggi sepak bola Indonesia.(*)







