Jakarta, Lini Indonesia – Timnas Indonesia dijadwalkan menjalani laga uji coba internasional menghadapi Oman dalam agenda FIFA Matchday Juni 2026. Pertandingan persahabatan ini rencananya digelar pada 5 Juni di Indonesia, menjadi salah satu momen penting bagi skuad Garuda untuk mengukur kekuatan sebelum memasuki turnamen berikutnya.
Kabar mengenai laga ini pertama kali diumumkan oleh federasi sepak bola Oman melalui media sosial resmi mereka. Dalam unggahan tersebut, Oman juga mengonfirmasi akan menghadapi Kuwait beberapa hari setelah melawan Indonesia.
Meski begitu, PSSI hingga kini belum merilis informasi tambahan terkait lawan uji coba lain yang akan dihadapi Indonesia dalam periode yang sama.
“Pertandingan tim nasional kita selama jeda internasional mendatang,” tulis Oman dalam pengumuman resmi federasi melalui media sosial Instagram.
Secara kekuatan, Oman bisa dibilang lawan yang cukup sepadan. Tim yang kini berada di peringkat ke-79 dunia itu memiliki perjalanan yang mirip dengan Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2026.
Keduanya sama-sama terhenti di fase keempat, menunjukkan level persaingan yang tidak terlalu jauh. Oman sendiri harus mengakui keunggulan Uni Emirat Arab dan hanya mampu bermain imbang melawan Qatar, sehingga finis di posisi terbawah grup.
Bagi Indonesia, laga ini bukan sekadar uji coba biasa. Ini menjadi kesempatan terakhir untuk melakukan evaluasi menyeluruh sebelum menghadapi Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juli hingga Agustus.
Dengan waktu yang semakin sempit, setiap keputusan—mulai dari pemilihan pemain hingga strategi—akan sangat menentukan arah permainan tim ke depan.
Ada kemungkinan pelatih John Herdman akan memanfaatkan pertandingan ini untuk memberi kesempatan kepada pemain-pemain yang diproyeksikan tampil di Piala AFF.
Namun, tetap terbuka peluang bagi beberapa nama utama untuk tampil, mengingat hasil pertandingan ini juga bisa berdampak pada posisi Indonesia di ranking FIFA.
Di atas kertas, duel melawan Oman menjanjikan pertandingan yang kompetitif. Kedua tim sama-sama ingin menutup jeda internasional dengan hasil positif, sekaligus membangun kepercayaan diri.
Bagi Indonesia, ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi tentang menemukan ritme permainan terbaik sebelum kembali menghadapi tantangan yang lebih besar.(*)







