Jakarta, Lini Indonesia – Tim bulu tangkis putri Indonesia harus puas membawa pulang medali perunggu pada ajang Uber Cup 2026 setelah terhenti di babak semifinal. Indonesia kalah 1-3 dari Korea Selatan dalam pertandingan yang berlangsung ketat.
Pada partai pertama, Putri Kusuma Wardani menghadapi An Se Young. Putri sempat memberikan perlawanan di gim pembuka sebelum akhirnya kalah 19-21, namun di gim kedua ia tak mampu mengimbangi perubahan tempo lawan dan menyerah 5-21.
“Saya melupakan yang terjadi di gim pertama dan fokus ke gim kedua tapi memang permainan dia cukup menyulitkan,” ujarnya dalam rilis resmi PBSI.
Ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi, kemudian turun di partai kedua. Mereka sempat memaksa rubber game setelah merebut gim kedua, tetapi akhirnya harus mengakui keunggulan Baek Ha Na/Lee So Hee dengan skor 16-21, 21-19, 15-21.
Harapan Indonesia sempat terbuka lewat kemenangan Thalita Ramadhani Wiryawan di partai ketiga. Ia tampil impresif dan mengalahkan Sim Yu Jin dua gim langsung 21-19, 21-19, sekaligus memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.
Namun, langkah Indonesia terhenti di partai keempat. Pasangan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum harus mengakui keunggulan Jeong Na Eun/Kim Hye Jeong dengan skor 16-21, 18-21, yang memastikan kemenangan Korea Selatan sekaligus mengunci tiket final.
Usai pertandingan, Putri Kusuma Wardani mengakui kesulitan menghadapi perubahan permainan An Se Young, terutama di gim kedua ketika lawannya mulai membaca pola permainan dan meningkatkan tekanan.
Sementara itu, Amallia Cahaya Pratiwi menyatakan tetap bersyukur meski hasil belum sesuai harapan. Ia menilai komunikasi dengan pasangannya berjalan baik meskipun ada penyesuaian dalam pola permainan.
Febriana Dwipuji Kusuma menambahkan bahwa pertandingan berlangsung sengit dengan banyak reli panjang. Namun, penurunan fokus di momen krusial membuat mereka kehilangan poin penting, terlebih saat lawan meningkatkan tempo di akhir gim penentuan.
Di sisi lain, Thalita mengungkapkan dirinya mencoba tampil lepas meski tim tertinggal 0-2. Strategi bermain menyerang sejak awal terbukti efektif untuk meraih kemenangan dan menjaga asa tim.
“Pelatih juga bilang untuk lepas saja, nothing to lose. Alhamdulillah bisa menang,” ujarnya.
Kekecewaan juga disampaikan Rachel Allessya Rose yang merasa belum mampu menyumbang poin penentu. Ia mengakui pasangan Korea tampil lebih siap di poin-poin akhir berkat pengalaman yang dimiliki. Senada, Febi Setianingrum menyebut serangan lawan, khususnya dropshot tajam, menjadi kendala utama.
Meski gagal melangkah ke final, capaian semifinal memastikan Indonesia membawa pulang medali perunggu. Hasil ini sekaligus menjadi evaluasi penting bagi tim putri untuk menghadapi turnamen beregu berikutnya.(*)







