Jakarta, Lini Indonesia – Langkah Toma Junior Popov dan tim bulu tangkis putra Prancis di Thomas Cup 2026 menjadi salah satu kisah paling bersejarah dalam turnamen tahun ini.
Untuk pertama kalinya, Prancis berhasil menembus partai final, menandai tonggak baru dalam perkembangan bulu tangkis mereka di level dunia.
“Kami sudah menulis sejarah pada Selasa dengan menang atas Indoensia dan lolos, sekarang kami mencetak sejarah lagi, medali pertama di tim beregu,” ujar Toma.
Keberhasilan ini tak lepas dari kontribusi empat pemain tunggal utama, yakni Toma Junior Popov, Christo Popov, Alex Lanier, dan Enogat Roy. Kombinasi kekuatan mereka menjadi fondasi utama strategi tim, yang menitikberatkan pada dominasi sektor tunggal.
Momen krusial terjadi di babak semifinal saat Toma tampil sebagai penentu kemenangan. Ia sukses mengalahkan HS Prannoy, sekaligus memastikan kemenangan telak 3-0 atas India.
Hasil tersebut langsung mengantarkan Prancis ke final—sebuah pencapaian yang belum pernah mereka raih sebelumnya.
Bagi Toma, pencapaian ini bukan sekadar kemenangan pertandingan, tetapi simbol kebangkitan bulu tangkis Prancis. Ia menegaskan bahwa timnya kini telah menunjukkan eksistensi nyata di panggung dunia, sekaligus memberi pesan bahwa Prancis siap bersaing dengan kekuatan tradisional.
Perjalanan bersejarah ini juga didukung oleh strategi unik tim, yaitu menurunkan tiga pemain tunggal lebih dulu sebelum sektor ganda dimainkan.
Taktik tersebut disesuaikan dengan regulasi Badminton World Federation (BWF), terutama terkait pemain yang tampil di dua sektor yang wajib memainkan tunggal terlebih dahulu serta aturan jeda pertandingan.
Kini, di partai puncak melawan China, Prancis diprediksi tetap mengandalkan formula yang sama. Terlepas dari hasil akhir nanti, keberhasilan menembus final sudah menjadi catatan emas bagi Prancis—sebuah awal dari era baru dalam peta persaingan bulu tangkis dunia.(*)







