Indonesia di Grup Neraka AVC Men’s Cup 2026, Bisakah Lolos ke Fase Berikutnya?

AFC Mens Cup. foto: istimewa

Jakarta, Lini Indonesia – Tim nasional bola voli putra Indonesia menghadapi ujian besar di ajang AVC Men’s Cup 2026 setelah hasil undian menempatkan mereka di grup yang penuh tekanan.

Bergabung di Pul B, skuad Merah Putih harus bersaing dengan tim-tim kuat Asia seperti Qatar, Korea Selatan, Thailand, Pakistan, dan Oman—sebuah komposisi yang langsung menghadirkan aroma “grup neraka” sejak awal.

Read More

Tekanan itu bukan tanpa alasan. Di atas kertas, Indonesia masih berada di bawah para pesaingnya dalam peringkat dunia. Namun justru di situlah letak tantangannya: bagaimana tim ini mampu melampaui ekspektasi dan membuktikan bahwa semangat juang bisa menutup selisih kualitas.

Wakil Kepala Pembinaan dan Prestasi PP PBVSI, Loudry Maspaitella, tidak menampik beratnya jalan yang harus dilalui. Ia menyebut grup ini sebagai salah satu yang paling kompetitif, di mana setiap pertandingan akan terasa seperti final.

“Memang grup berat, bisa dibilang grup neraka. Nama-nama pemain yang akan berangkat sudah kami siapkan, dan akan diumumkan setelah Proliga,” ujar Loudry dikutip dari Antara.

Meski demikian, persiapan tetap digenjot. Timnas dijadwalkan memulai pemusatan latihan nasional pada 20 Mei 2026, tak lama setelah gelaran AVC Champions League di Pontianak. Waktu sekitar satu bulan mungkin terasa singkat, tetapi di sanalah fokus, disiplin, dan kerja keras akan benar-benar diuji.

“Pelatnas putra dimulai 20 Mei setelah AVC Champions League di Pontianak. Waktu persiapan sekitar satu bulan karena turnamen dimulai 20 Juni,” jelasnya.

Turnamen sendiri akan berlangsung pada 20–28 Juni 2026 di Ahmedabad, mempertemukan 12 negara yang terbagi dalam dua grup. Sementara Indonesia berjuang di Pul B, Pul A dihuni oleh tim-tim seperti Kazakhstan, Taiwan, Selandia Baru, Bahrain, Australia, serta tuan rumah India.

Kini, harapan publik bertumpu pada kesiapan tim Merah Putih. Di tengah keterbatasan waktu dan beratnya lawan, ada satu hal yang tidak pernah berubah: keyakinan bahwa Indonesia selalu punya peluang, selama mereka berani bertarung tanpa rasa gentar.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *