Jakarta, Lini Indonesia – Kekalahan menyakitkan harus diterima tim putri Indonesia di semifinal Uber Cup 2026. Harapan untuk melangkah ke final pupus setelah pasangan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum tak mampu membendung kekuatan ganda Korea Selatan, Jeong Na Eun/Kim Hye Jeong, dalam laga yang penuh tekanan dan emosi di Forum Horsens, Sabtu (2/5/2026).
Sejak awal pertandingan, bayang-bayang kekalahan sudah terasa. Korea Selatan lebih dulu unggul 2-1, lewat dominasi An Se Young atas Putri KW, serta kemenangan solid Baek Ha Na/Lee So Hee atas Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi.
Satu-satunya harapan sempat muncul lewat perjuangan Thalita Ramadhani Wiryawan yang memperkecil ketertinggalan, menjaga asa Indonesia tetap hidup—meski hanya sementara.
Memasuki partai penentuan, tekanan begitu terasa di pundak Rachel/Febi. Awal gim pertama menjadi mimpi buruk. Mereka tertinggal jauh 0-7, seolah belum menemukan ritme permainan. Namun perlahan, dengan semangat pantang menyerah, mereka mulai bangkit dan mengejar ketertinggalan hingga 7-11 di interval.
Sayangnya, pasangan Jeong/Kim tetap tampil tenang dan konsisten. Mereka menjaga keunggulan dan terus menekan. Meski Rachel/Febi sempat memperkecil jarak menjadi 16-19 lewat pukulan tajam, Korea Selatan tetap tak tergoyahkan. Gim pertama pun ditutup 21-16 untuk Jeong/Kim setelah bola Rachel tersangkut di net—sebuah momen yang terasa begitu pahit.
Di gim kedua, asa sempat kembali menyala. Meski kembali tertinggal di awal, Rachel/Febi menunjukkan perlawanan luar biasa. Mereka berjuang keras, bahkan sempat menyamakan skor 14-14 dalam reli dramatis yang menguras tenaga dan emosi—termasuk insiden tak sengaja saat pukulan Rachel mengenai wajah Jeong.
Pertandingan semakin menegangkan. Poin demi poin berjalan ketat hingga 18-18. Setiap reli terasa seperti penentuan nasib. Febi bahkan harus jatuh bangun demi menjaga bola tetap hidup. Namun di saat-saat krusial, keberuntungan tak berpihak. Kesalahan kecil menjadi mahal harganya. Pukulan yang melebar memberi match point bagi Korea Selatan.
Pada akhirnya, harapan itu benar-benar runtuh. Rachel gagal mengembalikan bola terakhir meski sudah berusaha hingga terjatuh di lapangan. Skor 18-21 menutup gim kedua—dan sekaligus mengakhiri perjalanan Indonesia.
Dengan hasil ini, Indonesia harus mengakui keunggulan Korea Selatan dengan skor 1-3. Kekalahan ini bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang perjuangan, air mata, dan mimpi yang harus tertunda.(*)







