Jakarta, Lini Indonesia – Perjuangan penuh semangat ditunjukkan tunggal putri Indonesia, Thalita Ramadhani Wiryawan, saat menghadapi wakil Korea Selatan, Sim Yu Jin, dalam semifinal Uber Cup 2026. Bertanding di Forum Horsens, Sabtu (2/5/2026), Thalita tampil berani dan berhasil mengamankan kemenangan dua gim langsung dengan skor identik 21-19, 21-19.
Kemenangan ini sempat menjadi secercah harapan bagi Indonesia yang sebelumnya tertinggal. Dalam situasi tertekan setelah dua kekalahan awal, Thalita justru mampu bangkit dengan mental baja.
Ia tidak membiarkan tekanan menghancurkan permainannya, melainkan menjadikannya bahan bakar untuk tampil lebih lepas dan penuh determinasi.
“Meskipun tadi tim sudah ketinggalan 2-0 tapi saya mau coba main dulu saja. Coba mau mengeluarkan yang saya punya,” ujar Thalita dikutip dari PBSI.
Dengan napas yang diatur dan teriakan penyemangat untuk dirinya sendiri, Thalita mencoba melawan rasa gugup yang tak terhindarkan. Ia memilih untuk fokus pada setiap poin, memainkan strateginya dengan disiplin tinggi. Serangan demi serangan dilancarkan sejak awal, memaksa lawan terus berada dalam tekanan.
Strategi agresif itu terbukti efektif. Meski Sim Yu Jin sempat mencoba mengubah ritme permainan dengan mengajak reli panjang, Thalita tetap teguh pada rencananya—menyerang tanpa ragu. Ia sadar, memberi ruang sedikit saja bisa menjadi bumerang. Dengan keberanian itu, ia berhasil menutup pertandingan tanpa harus melalui rubber game.
“Saya terus bermain menyerang dan menekan dari awal walaupun di akhir-akhir gim kedua dia mengubah dengan memaksa rally. Tapi saya pikir tanggung jadi saya memaksa untuk menyerang karena kalau sampai rubber game pasti dia juga naik lagi percaya dirinya,” ujar Thalita.
Namun, kemenangan heroik Thalita tak cukup untuk menyelamatkan langkah Indonesia. Sebelumnya, Putri Kusuma Wardani harus mengakui keunggulan An Se Young dalam dua gim langsung.
Di sektor ganda putri, perjuangan Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi juga kandas setelah pertarungan sengit tiga gim melawan Baek Ha Na/Lee So Hee.
Harapan terakhir Indonesia pun pupus ketika pasangan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum tak mampu membendung laju ganda Korea Selatan di partai berikutnya. Kekalahan itu memastikan Indonesia harus mengakui keunggulan Korea Selatan dengan skor akhir 1-3.
Meski hasil akhir terasa pahit, perjuangan Thalita menjadi salah satu titik terang yang membanggakan. Di tengah tekanan besar dan situasi genting, ia menunjukkan bahwa semangat juang dan keberanian tetap bisa bersinar—bahkan saat tim harus menelan kekalahan.(*)







