Jakarta, Lini Indonesia – Pecatur putri Indonesia, Chelsie Monica, mencatatkan prestasi membanggakan dengan mengalahkan pecatur terbaik dunia saat ini, Magnus Carlsen, dalam sebuah pertandingan simultan yang berlangsung di Hong Kong.
Pertemuan keduanya terjadi menjelang pelaksanaan ajang FIDE World Rapid and Blitz Team Championships. Sebelum kompetisi utama dimulai, panitia menggelar sesi catur simultan yang mempertemukan Carlsen dengan 24 pecatur dari berbagai negara dalam format catur cepat.
Dalam pertandingan tersebut, Carlsen menghadapi seluruh lawannya secara bergantian. Namun dari puluhan peserta yang ambil bagian, hanya Chelsie yang berhasil mencatatkan kemenangan atas grandmaster asal Norwegia tersebut.
Momen penentuan terjadi ketika pertandingan memasuki fase akhir. Dengan waktu yang tersisa hanya beberapa menit, Chelsie melakukan langkah penting dengan menggerakkan bentengnya. Tak lama kemudian, Carlsen mengulurkan tangan sebagai tanda menyerah dan mengakui keunggulan lawannya.
Keberhasilan itu tampak membuat Chelsie terkejut sekaligus bahagia. Ia terlihat tersenyum lebar dan menutupi wajahnya dengan tangan, seolah tidak percaya mampu menaklukkan pemain yang selama ini dianggap sebagai salah satu legenda terbesar dalam sejarah catur.
Usai pertandingan berakhir, Chelsie memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meminta tanda tangan Carlsen. Keduanya juga sempat berfoto bersama sebagai kenang-kenangan dari momen bersejarah itu.
Chelsie mengaku sangat senang ketika mengetahui dirinya mendapat kesempatan berhadapan langsung dengan Carlsen dalam pertandingan simultan. Namun di balik rasa bahagia tersebut, ia juga merasakan ketegangan karena harus menghadapi sosok yang selama ini menjadi panutannya di dunia catur.
“Bisa bermain dengan Magnus membuat saya bahagia dan ya ada rasa grogi karena dia adalah pecatur terbaik sepanjang masa [GOAT], dan salah satu idola saya juga,” ujar Chelsie diunggahan akun YouTube ChessBase India.
Menurutnya, bermain melawan Carlsen merupakan pengalaman yang luar biasa. Ia mengakui sempat merasa gugup karena berhadapan dengan pemain yang kerap disebut sebagai yang terbaik sepanjang masa. Awalnya, ia hanya berharap dapat bertahan selama mungkin dan tidak kalah dalam waktu singkat.
Meski demikian, hasil akhir justru berpihak kepadanya. Kemenangan atas Carlsen menjadi pencapaian berharga sekaligus menambah catatan prestasi membanggakan bagi dunia catur Indonesia di panggung internasional.(*)







