Jakarta, Lini Indonesia – Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta mengonfirmasi bahwa Ketua BEM Fakultas Hukum, Muhammad Abdi Maludin, menerima uang sebesar Rp20 juta sebelum aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada 15 Juni 2026.
Wakil Rektor III UBK, Daniel Panda, mengatakan pengakuan tersebut disampaikan langsung oleh Abdi saat dimintai klarifikasi oleh pihak kampus. Berdasarkan keterangannya, uang itu diterima melalui seorang alumni Fakultas Hukum UBK yang disebut mendapatkannya dari oknum aparat kepolisian.
“Dia sudah membuat pengakuan secara resmi kepada pihak universitas bahwa dirinya menerima uang sebesar Rp20 juta melalui seorang oknum senior alumni Fakultas Hukum UBK yang diserahkan oleh oknum aparat kepolisian,” jelasnya.
Menindaklanjuti temuan tersebut, UBK membentuk tim investigasi untuk mendalami alur pemberian dana dan keterlibatan pihak-pihak terkait. Hasil penyelidikan internal nantinya akan menjadi dasar penentuan sanksi sesuai aturan kampus.
“Sanksi akan dilihat berdasarkan tingkat kesalahan yang dilakukan oleh oknum mahasiswa tersebut. Kami akan menjatuhkan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku di Universitas Bung Karno,” lanjutnya.
Daniel menjelaskan, dari pengakuan Abdi, sebagian dana tersebut disebut turut diberikan kepada sejumlah mahasiswa dan pengurus BEM dari Fakultas Hukum maupun Fakultas Ekonomi. Namun, kampus masih akan melakukan verifikasi lebih lanjut dengan memanggil sejumlah saksi.
Terkait tujuan pemberian uang, pihak kampus mengungkap dana itu diberikan beberapa jam sebelum aksi berlangsung. Menurut pengakuan Abdi, mahasiswa diminta mengalihkan lokasi demonstrasi dari Istana Negara ke Gedung DPR RI.
Meski demikian, mahasiswa tetap melanjutkan aksi ke kawasan Istana sebagaimana rencana awal. Pernyataan itu, kata Daniel, merupakan pengakuan langsung dari Ketua BEM Fakultas Hukum UBK.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah video yang memperlihatkan Abdi mendapat pertanyaan dari mahasiswa lain mengenai dugaan penerimaan uang tersebut beredar luas di media sosial.
Sebagai informasi, usai aksi demonstrasi pada 15 Juni lalu, sejumlah perwakilan mahasiswa dari berbagai organisasi dan kampus sempat bertemu serta berdialog dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden.(*)







