RANS Entertainment Resmi IPO di BEI, Saham Milik Raffi Ahmad Melonjak 34 Persen

RANS Entertainment Resmi IPO di BEI, Saham Milik Raffi Ahmad Melonjak 34 Persen. foto: ist

Jakarta, Lini Indonesia – PT RANS Entertainment Indonesia Tbk resmi memasuki pasar modal setelah mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/7/2026). Perusahaan media dan hiburan yang didirikan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina itu berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp429,25 miliar melalui penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO).

Perseroan menawarkan 2,525 miliar saham baru kepada publik, setara 20,02 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp170 per saham.

Read More

Respons pasar terhadap debut RANS terbilang positif. Pada awal perdagangan, saham perseroan langsung melesat 34,12 persen ke level Rp228 per lembar, menunjukkan tingginya minat investor terhadap emiten baru tersebut.

Antusiasme investor sebenarnya sudah terlihat sejak masa penawaran umum berlangsung. RANS mengungkapkan proses IPO mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed), dengan hampir satu juta investor ikut memesan saham perseroan.

Dalam seremoni pencatatan saham di BEI, Direktur Utama RANS Nagita Slavina menyampaikan bahwa pencapaian tersebut menjadi momen penting, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi perkembangan industri kreatif Indonesia.

Menurutnya, keberhasilan RANS melantai di bursa menunjukkan bahwa karya dan kreativitas para kreator lokal kini memiliki nilai ekonomi yang diakui di tingkat nasional.

“Industri kreatif tidak lagi berdiri di pinggiran. Kita sekarang berdiri sejajar di barisan terdepan bersama industri strategis lainnya untuk ikut menggerakkan bangsa ini,” ujar Nagita.

Suasana haru pun mewarnai pidato Nagita. Ia tampak menahan air mata ketika mengenang perjalanan RANS hingga akhirnya resmi menjadi perusahaan terbuka.

Nagita menegaskan bahwa RANS yang ia bangun bersama Raffi Ahmad telah berkembang menjadi lebih dari sekadar perusahaan media.

Menurutnya, RANS kini merupakan ekosistem bisnis yang mencakup pengembangan intellectual property (IP), produk, penyelenggaraan acara, komunitas, hingga pemanfaatan teknologi terbaru sebagai bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan.

“Perusahaan ini yang kami bangun jauh lebih besar daripada dua orang. Yang kami bangun bukan sekedar perusahaan media, yang kami bangun adalah sebuah ekosistem yang berkesinambungan menghasilkan intellectual property, produk, event, komunitas dengan mengadopsi teknologi terbaru,” jelasnya.

Dana hasil IPO akan digunakan untuk mendukung berbagai rencana ekspansi. Alokasi terbesar, yakni Rp161,5 miliar atau sekitar 37,61 persen, disiapkan untuk penyelenggaraan konser.

Selanjutnya, Rp85 miliar akan digunakan untuk mengakuisisi 51 persen saham PT Rans Kosmetika Indonesia. Perseroan juga mengalokasikan Rp80 miliar guna mengembangkan Cipungland sebagai wahana bermain dan belajar.

Selain itu, RANS menyiapkan investasi sebesar Rp35 miliar untuk perusahaan patungan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bersama PT Feedloop Global Teknologi.

Sebagian dana lainnya, yakni Rp29,95 miliar, akan digunakan untuk melunasi sebagian fasilitas kredit investasi, sementara Rp37,8 miliar dialokasikan sebagai tambahan modal kerja bagi PT Rans Nikmat Sejahtera.

Dengan resmi menjadi emiten di BEI, RANS menargetkan penguatan bisnis jangka panjang melalui pengembangan berbagai lini usaha berbasis kreator. Langkah ini sekaligus menegaskan posisi perseroan sebagai salah satu perusahaan kreatif Indonesia yang membawa intellectual property ke pasar modal.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *