Jelang Kejuaraan Dunia 2026, Raymond/Joaquin Terpacu Persaingan Ketat di Pelatnas

Jelang Kejuaraan Dunia 2026, Raymond/Joaquin Terpacu Persaingan Ketat di Pelatnas. foto: ist

Jakarta, Lini Indonesia – Ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menyambut positif ketatnya persaingan di pemusatan latihan nasional (Pelatnas) PBSI. Bagi pasangan yang dijuluki Rayjo tersebut, persaingan internal justru menjadi dorongan untuk terus meningkatkan performa.

Raymond mengakui persaingan di sektor ganda putra Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, sudah terasa sejak awal. Ia menilai kompetisi antarpasangan berlangsung sehat dan membuat setiap pemain terpacu untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

“Persaingan sudah terasa ketat dari kapan tahu. Dari awal juga sudah berasa persaingannya, enggak mau kalah pokoknya,” jelas Raymond, Rabu (12/8/2026).

Persaingan tersebut semakin terasa seiring dengan meningkatnya performa pasangan-pasangan ganda putra Indonesia di sejumlah turnamen BWF.

Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin misalnya, berhasil meraih gelar juara Thailand Open 2026 dan kembali menjadi kampiun di Taipei Open 2026. Sementara itu, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri juga mencatat prestasi impresif dengan meraih dua gelar secara beruntun di Japan Open 2026 dan China Open 2026.

Rentetan prestasi tersebut justru menjadi motivasi tambahan bagi Raymond/Joaquin. Mereka ingin mengikuti jejak rekan-rekannya dengan segera meraih gelar juara di level BWF.

“Bagus menurut saya. Jadi teman-teman lain juara, kemarin ada yang juara dua kali, itu memotivasi kami juga supaya bisa sama seperti mereka. Kalau bisa harus lebih dari mereka,” ujar Raymond.

Motivasi tersebut akan dibawa Raymond/Joaquin saat menjalani debut di Kejuaraan Dunia BWF 2026. Mereka dijadwalkan tampil di Arena Indira Gandhi, New Delhi, India, pada 17-23 Agustus 2026.

Raymond/Joaquin telah memanfaatkan sekitar dua pekan terakhir untuk mematangkan persiapan sebelum menghadapi persaingan di panggung dunia. Pasangan muda tersebut bertekad tampil maksimal sekaligus membuka peluang untuk menambah daftar juara ganda putra Indonesia di Kejuaraan Dunia.

Indonesia sendiri memiliki sejarah kuat di sektor ganda putra pada ajang tersebut. Salah satu pencapaian terbaru datang dari Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang berhasil menjadi juara dunia pada edisi 2019 di Basel, Swiss.

Kini, Raymond/Joaquin berkesempatan melanjutkan tradisi prestasi ganda putra Indonesia saat menjalani debut mereka di Kejuaraan Dunia BWF 2026.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *