Viral! Siswi SMA Tewas Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu, Status Terakhir di Sosmed Jadi Sorotan

Siswi SMA Tewas Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu, foto: ist

Jakarta, Lini Indonesia – Seorang siswi SMA kelas 10 berinisial AP meninggal dunia setelah tertemper Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, Banten, Senin (10/8/2026) sore.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.43 WIB. Kejadian kini masih dalam penanganan kepolisian untuk mengetahui secara pasti rangkaian peristiwa hingga korban berada di jalur kereta.

Di tengah proses penyelidikan, sebuah unggahan di TikTok yang diduga berasal dari akun milik AP turut beredar di media sosial. Unggahan tersebut menjadi perhatian karena memuat kalimat berbahasa Inggris yang kemudian dikaitkan warganet dengan insiden yang terjadi.

Dalam unggahan itu tertulis, “Bout to attempt. Sorry if your train got delayed.”

Tulisan tersebut lantas memunculkan berbagai spekulasi mengenai kondisi korban sebelum kejadian. Namun, polisi belum memastikan kebenaran akun maupun konteks unggahan tersebut.

Pihak kepolisian juga belum menyimpulkan apakah peristiwa yang menimpa AP berkaitan dengan tindakan yang disengaja atau disebabkan oleh faktor lain. Karena itu, unggahan media sosial tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk memastikan motif maupun penyebab korban berada di jalur KRL.

“Belum bisa diketahui dulu ya (dugaan bunuh diri atau tidak) , kita lagi mengecek,” jelas Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo dikutip detik.

Berdasarkan keterangan awal, AP sebelumnya berada di area peron ketika KRL dari arah Tanah Abang memasuki Stasiun Jurangmangu. Petugas keamanan kemudian mendapat informasi mengenai seorang perempuan yang berada di jalur kereta.

Petugas stasiun yang berada di lokasi selanjutnya melihat korban terjatuh ke jalur perjalanan KRL. Evakuasi segera dilakukan dan kejadian tersebut dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Polsek Ciputat Timur bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polres Tangerang Selatan kemudian mendatangi lokasi. Polisi melakukan pemeriksaan serta olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan informasi mengenai insiden tersebut.

Penyidik masih mendalami kronologi kejadian, termasuk mencari tahu bagaimana AP bisa sampai berada di jalur kereta.

Polisi masih mengumpulkan berbagai fakta dan keterangan untuk menentukan penyebab pasti kejadian. Dengan demikian, dugaan yang berkembang di media sosial belum bisa dipastikan sebagai fakta sebelum proses penyelidikan selesai.

Dari pemeriksaan awal, polisi menemukan luka pada bagian kepala korban. Namun, temuan tersebut masih menjadi bagian dari proses pemeriksaan untuk mengungkap penyebab kematian dan kronologi lengkap insiden.

Jenazah AP kemudian dimakamkan pada Selasa (11/8/2026) di TPU Marabunta, Pondok Ranji, Tangerang Selatan. Sebelum prosesi pemakaman, jenazah dishalatkan terlebih dahulu di Masjid At Taqwa, Kompleks Pertamina, Pondok Ranji, Ciputat Timur.

Hingga kini, kepolisian masih mendalami seluruh fakta di lokasi kejadian. Status TikTok yang beredar pun masih perlu diverifikasi, termasuk keaslian akun, waktu unggahan, serta konteks tulisan yang tercantum di dalamnya.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *