Jakarta, Lini Indonesia – Al Qadsiah mulai bergerak agresif untuk memperkuat skuadnya menghadapi musim 2026/2027. Klub asal Dammam tersebut dikabarkan tengah berusaha mendatangkan gelandang Manchester City yang juga keturunan darah Indonesia, Tijjani Reijnders.
Negosiasi antara Al Qadsiah dan Manchester City disebut sudah berjalan cukup jauh. Pembicaraan juga berlangsung dengan pihak Reijnders, sehingga peluang transfer pemain keturunan Indonesia tersebut ke Saudi Pro League semakin terbuka.
Laporan The Athletic menyebut Al Qadsiah menjadi klub yang paling serius dalam perburuan Reijnders. Mereka berharap kesepakatan dapat tercapai dalam waktu dekat, meski fokus klub saat ini masih tertuju pada persiapan menghadapi pertandingan pembuka musim.
“Pembicaraan di antara kedua klub dan di antara Al Qadsiah dengan si pemain sedang berlangsung dan meskipun fokusnya tertuju pada laga pembuka klub Arab Saudi itu pada Kamis nanti, ada harapan sebuah kesepakatan bisa tercapai dalam beberapa hari ke depan,” isi pemberitaan tersebut.
Jika transfer terealisasi, Reijnders kemungkinan besar akan meninggalkan Manchester City hanya satu tahun setelah bergabung. The Citizens memboyongnya dari AC Milan pada musim panas 2025 dengan biaya transfer sekitar 46,5 juta pound.
Manchester City sendiri dikabarkan telah menentukan nilai yang diinginkan untuk melepas gelandang asal Belanda tersebut. Angkanya berada di kisaran 55 juta pound atau sekitar Rp1,3 triliun.
Persaingan di lini tengah menjadi salah satu faktor yang membuat masa depan Reijnders di Etihad Stadium mulai dipertanyakan. Kedatangan Elliot Anderson menambah opsi Manchester City di sektor tersebut dan berpotensi memengaruhi posisi Reijnders dalam skuad.
Padahal, Reijnders masih menjadi salah satu pemain penting Manchester City pada musim 2025/2026. Ia tampil sebanyak 50 kali di berbagai kompetisi dan dipercaya menjadi starter dalam 34 pertandingan.
Kontribusinya juga cukup produktif. Reijnders berhasil mencetak tujuh gol sekaligus menyumbangkan tujuh assist sepanjang musim pertamanya bersama Manchester City.
Sebelum Al Qadsiah muncul sebagai kandidat utama, beberapa klub lain juga sempat dikaitkan dengan Reijnders. Nottingham Forest, Galatasaray, dan Juventus termasuk klub yang disebut tertarik terhadap pemain yang sebelumnya pernah meraih penghargaan sebagai gelandang terbaik Serie A tersebut.
Bagi Al Qadsiah, kehadiran Reijnders bisa menjadi tambahan penting untuk meningkatkan kualitas tim. Dalam dua musim terakhir, mereka selalu mengakhiri Saudi Pro League di peringkat keempat.
Ambisi Al Qadsiah untuk bersaing di papan atas membuat klub tersebut terus memburu pemain berkualitas. Apalagi, mereka juga sedang bersiap menyambut kepindahan ke stadion baru.
Kini, keputusan berada di tangan Manchester City dan Reijnders. Jika proses negosiasi berjalan sesuai rencana, gelandang berusia tersebut bisa memulai babak baru dalam kariernya di Arab Saudi pada musim 2026/2027.(*)







